JAKARTA, ELEVEN – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mewanti-wanti kemunculan varian baru Covid-19 pada awal 2023. Kasus konfirmasi harian dari berbagai negara seperti Jepang dan Eropa, dapat menyebabkan mutasi virus dan munculnya varian baru, Selasa (23/8/2022).
Budi mengatakan, penyebaran Covid di Amerika dan Eropa mencapai di atas 100 ribu, sedangkan Jepang di atas 200 ribu. Kasus ini membuat Indonesia harus bersiap-siap dengan kemungkinan mutasi virus Covid-19 yang kemungkinan muncul pada Januari-Maret 2023.
“Sekarang ujiannya 6 bulan lagi, sekitar bulan Januari, Februari, Maret 2023. Kalau kita benar-benar bisa melampaui itu sama seperti sekarang, Indonesia adalah menjadi mungkin selected few negara yang bisa menangani pandemi ini 12 bulan berturut-turut,” kata Budi Gunadi Sadikin dikutip IDN Times, Selasa (23/8/2022).
Ia menuturkan, Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang sudah berhasil melewati gelombang varian BA.4 dan BA.5 dengan sangat baik. Level antibodi masyarakat Indonesia sudah terbukti sangat tinggi.
Saat ini, antibodi masyarakat Indonesia naik hingga mencapai 98,5 persen dengan level antibodi lebih dari 2000 unit per mililiter. Agar dapat mengantisipasi munculnya gelombang varian baru pada awal 2023, Budi mengimbau masyarakat untuk menjaga level imunitas.
Menurut Budi, ada 2 tantangan yang harus dihadapi, yaitu vaksinasi dan tidak ada infeksi dari varian baru Covid-19. Kombinasi antara vaksinasi pada November dan Desember 2021, Januari 2022, serta infeksi pada Februari dan Maret 2022, membuat kadar antibodi masyarakat Indonesia tinggi pada Juni, Juli, dan Agustus 2022.
Kemenkes juga akan melaksanakan vaksinasi bagi golongan yang memiliki imunitas rendah.
“Sehingga tadi kita diskusi dan arahan Bapak Presiden, nanti rencananya akhir tahun, kita akan melakukan vaksinasi terutama diarahkan bagi golongan yang memiliki imunitas rendah,” ungkap Budi.
Dengan demikian, Budi berharap, ketika muncul varian baru sekitar Januari-Maret 2023, imunitas populasi masyarakat Indonesia sudah tinggi. Idealnya sama dengan yang sekarang yaitu di atas 98 persen, sehingga kasus konfirmasi tetap bisa landai seperti sekarang.
Reporter: Rizky
Editor: M. Nur Alfiyan