Identitas Film:
Judul: A Man Called Otto
Genre: Drama, komedi
Tanggal rilis: 13 Januari 2023
Durasi: 2 jam 6 Menit
Sutradara: Marc Foster
Pemain: Tom Hanks (Otto Anderson), Mariana Trevino, Manuel Garcia-Rulfo, Cameron Britton dan lainnya.
Sinopsis:
A Man Called Otto menceritakan seorang laki-laki tua pemarah bernama Otto Anderson. Pada suatu hari, Otto kedatangan tetangga baru dari Meksiko.
Otto merupakan orang yang gila terhadap ketertiban dan ketenangan. Ia merasa mulai terganggu dengan kehadiran tetangga baru tersebut. Namun demikian, tetangga barunya tetap berusaha akrab kepada Otto.
Sementara itu, Marisol dan Tommy yang merupakan tetangga baru Otto memiliki sifat hangat dan ceria. Interaksi antara Otto si pemarah dengan Marisol yang begitu ramah, sukses menciptakan komedi yang hangat dan natural.
Isi resensi:
A man Called Otto merupakan film remake dari “A man Called Ove”. Kedua film tersebut adaptasi dari novel yang sama berjudul “A Man Called Ove” karya penulis Swedia Fredrik Backman yang terbit pada 2015.
Film yang dibintangi Tom Hanks sebagai Otto berhasil menarik perhatian penonton. Sifat pemarah disandingkan dengan tetangga yang ramah menjadikan unsur komedi pada film ini menjadi natural.
Selain itu, A man Called Otto juga menampilkan unsur drama yang cukup kuat. Perbedaan sifat antara Otto dan tetangganya juga menciptakan konflik.
Konflik dalam film ini menceritakan kisah masa lalu Otto yang begitu sedih. Proses membangun hubungan antar tetangga ini membuat penonton tersentuh.
Kelebihan:
Cerita pada film ini cukup simpel, namun cukup related dengan kenyataan dalam kehidupan sehari-hari. Film ini bukan hanya menyajikan drama dan komedi saya, akan tetapi berhasil menciptakan tema yang lebih gelap dan depresif. Tentunya mampu menguras air mata para penonton.
Selain itu, Kolaborasi Tom Hanks (Otto) dan Mariana (Marisol) sukses membuat penonton terhibur. Otto berhasil membuat penonton merasakan kesedihan mendalamnya atas kematian sang istri.
Sementara itu, Marisol sukses menjadi karakter yang mudah dicintai para penonton. Ia mampu membangun chemistry yang baik dengan Otto sehingga berhasil menciptakan suasana menyenangkan sekaligus mengharukan.
Kekurangan:
Film A Man Called Otto cukup bagus dan tidak buruk, hanya saja dalam cerita aslinya (A man Called Ove) jauh lebih superior dari semua aspek. Bagi penonton yang belum menonton Ove pasti menikmati Otto dengan nyaman.
Namun, peran kucing dalam film walaupun terlihat sepele, namun keberadaannya mampu membuat sentuhan dramatik berbeda. Sewaktu Otto berkeliling perumahan bersama Malcolm dan Jimmy, tidak terlihat si kucing bersama mereka. Sementara itu, dalam film “A man Called Ove” si kucing ikut berjalan bersama mereka sehingga mampu menciptakan kesan ikatan batin yang kuat antara kucing dengan majikan barunya.
Kesimpulan:
Cerita yang simpel ini berhasil memberikan pesan yang bermakna dalam kehidupan manusia secara umum. Film ini mengajarkan bagaimana pentingnya kepedulian terhadap sesama.
A man Called Otto sukses menyampaikan pesan yang kuat sehingga mampu menggetarkan hati penonton. Kebaikan yang terlihat sederhana, ternyata bisa memberikan dampak besar kepada kehidupan orang lain.
Reporter : Mochamad Tegar
Editor: M. Nur Alfiyan