Identitas Film
Judul: Exhuma
Genre: Horor, Misteri
Tanggal rilis: 22 Februari 2024
Durasi: 2 Jam 14 Menit
Sutradara: Jang Jae Hyun
Pemain: Choi Min-sik (Kim Sang Deok), Lee Do-hyun (Bong-gil), Kim Go-eun (Hwa-rim), Yoo Hae-jin (Ko Young Geun), Jeon Jin-ki (Jin Gi)
Sinopsis Film:
Mengisahkan tentang sekelompok orang yang pekerjaannya berkaitan erat dengan kematian dan hal-hal mistis. Dua orang di antaranya bernama adalah Kim Go Eun dan Lee Do Hyun, yang berprofesi sebagai dukun.
Mereka bergabung dengan Choi Min Sik, seorang ahli Feng Shui, dan Yoo Hai Jin, seorang tukang gali kubur, untuk menghadapi teror gaib yang menimpa keluarga kaya di Los Angeles.
Untuk membantu keluarga tersebut, mereka perlu menggali kuburan dan meringankan beban leluhur. Namun, terdapat konsekuensi dari hal tersebut, tanpa mereka sadari, hal ini justru melepaskan kekuatan jahat yang terkubur di bawahnya.
Isi Resensi:
Exhuma tidak hanya sekadar film horor yang mengandalkan jumpscare. Film ini mengeksplorasi ketakutan manusia terhadap hal yang tidak diketahui dan mengajak penonton untuk merenungkan tentang kepercayaan dan tradisi.
Kelebihan:
Ada banyak ‘momen hening’ dalam film ini, dengan kata lain, tidak ada musik di latar belakang yang justru membuat kengerian dan ketakutan saat menontonnya. Exhuma mampu membuktikan bahwa tidak butuh jumpscare dan suara-suara nyaring untuk menciptakan kesan horor.
Selain itu, kelebihan lain dalam film ini adalah akting kuat dari para pemain. Bahkan, selama 2 jam penonton akan merasa seperti menyaksikan para dukun, penggali kubur, dan ahli fengsui sedang berinteraksi.
Kekurangan:
Cerita film Exhuma bisa dikatakan tersendat karena dipisahkan oleh dua bagian. Bagian pertama berfokus pada kejadian horor shamanisme dan penggalian kubur. Sementara itu, bagian kedua berfokus pada kisah trauma di Semenanjung Korea.
Transisi kedua bagian tersebut kurang bisa menyatu dan membuat film terasa terpisah menjadi dua bagian. Untuk penonton warga Korea mungkin dapat mengerti cerita pada bagian dua dengan baik, namun untuk penonton luar negeri contohnya Indonesia mungkin butuh melakukan riset tambahan setelah menonton agar dapat mengerti kisah yang ditampilkan.
Reporter : Aura Antari
Editor : Paundra Zakirulloh