Identitas Film
Judul: Perewangan
Genre: Horror
Tanggal rilis: 24 Oktober 2024
Durasi: 1 Jam 29 Menit
Sutradara: Awi Suryadi
Pemain: Davina Karamoy, Ully Triani, Shanty, Randy Danistha, Andi
Sinopsis Film:
Menceritakan kisah Maya (Davina Karamoy) setelah ibunya jatuh sakit. Sebelum jatuh sakit, sang ibu sering melakukan ritual aneh yaitu menumbuk lesung kosong setiap pagi. Ritual ini ternyata perlahan-lahan membawa teror mengerikan, puncaknya terjadi ketika ayah Maya meninggal secara misterius. Maya, yang tidak menyadari kutukan yang diwariskan dalam keluarganya, harus menghadapi serangkaian kejadian mistis dan membongkar rahasia keluarganya yang kelam.
Film ini diadaptasi dari thread viral di media sosial X (sebelumnya Twitter), yang ditulis oleh akun @JeroPoint. Para pemeran utama termasuk Davina Karamoy sebagai Maya, Ully Triani sebagai Sudarsih (ibu Maya), serta Shanty dan Randy Danistha, yang turut memperkuat akting dalam membawa suasana horor dan ketegangan
Kelebihan: Perewangan sukses membangun atmosfer horor yang mencekam, didukung dengan visual yang kuat dan desain suara yang menguatkan elemen seram. Dengan elemen-elemen mistis dan adaptasi dari kisah yang dekat dengan budaya lokal, film ini berhasil menciptakan suasana mencekam. Film ini sangat menarik bagi penonton yang menyukai horor dengan sentuhan cerita tradisi dan pesugihan. Akting Davina Karamoy sebagai Maya patut dipuji, khususnya ketika menunjukkan rasa takut dan ketika menghadapi “Perewangan”.
Kekurangan: Penggunaan sudut kamera yang sering berputar, ciri khas sutradara Awi Suryadi, membuat penonton pusing dan mengurangi kesan horor. Selain itu, unsur dramatisasi terasa kurang maksimal dan horornya terasa antiklimaks. Hal tersebut karena adegan pembuka yang lambat serta kurangnya eksplorasi karakter pendukung.
“Perewangan” menarik bagi penikmat film yang menggemari cerita-cerita lokal penuh misteri dan mistik. Meski kamera terlalu banyak berputar, atmosfer seram yang diciptakan, serta penggalian tema pesugihan dan perewangan, membuat film ini memberikan pengalaman horor yang berbeda dan khas.
Reporter: Chantika Desafa
Editor: Aura Putri Antari