makan ads kontol mu itu
  • About
  • Contact
  • Privacy Policy
himajur.com
  • Home
  • E-Penerbitan
  • E-Radio
  • E-Foto
  • E-Tv
No Result
View All Result
himajur.com
  • Home
  • E-Penerbitan
  • E-Radio
  • E-Foto
  • E-Tv
No Result
View All Result
himajur.com
No Result
View All Result

Marak Pelecehan Seksual di Institusi Pendidikan, Umi Septia : Saya Miris

Humas Himajur by Humas Himajur
13 Desember 2021
in E-Penerbitan
0
0
SHARES
44
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BOGOR, ELEVEN – Umi Septia, salah satu dosen Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta, menanggapi maraknya kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum tenaga pengajar di berbagai institusi pendidikan. Ia menilai kurangnya pemakaian nurani pada pelaku menghasilkan perlakuan yang miris, Minggu (12/12/2021).

Related Posts

BEM dan Hima Kesos IISIP Gelar Edukasi Kebersihan bagi Anak-anak

Deretan Film Rilis Maret 2026 yang Wajib Masuk Watchlist Kamu!

Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh pada Hari Sabtu 

Waspada Toksoplasmosis, Kenali Gejala dan Pencegahannya

Umi Septia mengaku miris akan maraknya kasus pelecehan seksual oleh tenaga pengajar di era kehidupan yang lebih maju ini. Menurut Umi, pengajar seharusnya menjadi pendidik nilai-nilai moral dan pelindung bagi muridnya mulai dari pendidikan Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi.

Survei Lentera Sintas Indonesia 2019 terhadap 62.000 responden menunjukkan, cara berpakaian korban bukan penyebab pelecehan seksual. Umi Septia menjelaskan, pelakulah yang harus menjaga ego dan mengutamakan nurani agar tidak terjadi perilaku menyimpang.

“Secara logika, pelakulah yang harus menjaga ego dan mengutamakan nurani agar bisa menahan diri dari perilaku menyimpang. Sehingga dapat dikatakan, mayoritas korban pelecehan seksual bukanlah karena tidak bisa menjaga cara berpakaiannya,” Jelas Umi saat diwawancarai Eleven via WhatsApp, Minggu (12/12/2021).

Umi juga menjelaskan, bila kasus tersebut terjadi pada mahasiswa maka segera laporkan kepada dosen wali untuk mendapatkan perlindungan. Mahasiswa tidak perlu takut akan ancaman dari pelaku. Menurutnya, kampus harus menjadi pendamping bagi korban agar mendapatkan keadilan, memulihkan kondisi mental, dan melanjutkan hidupnya tanpa adanya trauma.

Pada kampus IISIP Jakarta, upaya pencegahan kasus tersebut dengan cara memberikan pendampingan kepada mahasiswa berupa dosen wali yang sesama jenis sejak awal hingga lulus perkuliahan. Berbagai kampus dapat menggunakan cara tersebut untuk meminimalisir kasus pelecehan seksual dalam lingkungan kampusnya.

“Saya berharap juga kepada mahasiswa IISIP Jakarta agar selalu mengedepankan nurani agar tidak melakukan hal menyimpang seperti pelecehan dan kekerasan seksual. Selain itu kita berperan aktif menyuarakan dan melawan kasus ini dan mendampingi korban pelecehan seksual agar mendapatkan keadilan,” Ujar Umi saat diwawancarai Eleven via WhatsApp.

Salma Safina, salah satu mahasiswa Kesejahteraan Sosial juga mengaku kecewa akan tindakan oknum tenaga pengajar kepada muridnya. Menurutnya, kasus ini menunjukan kurangnya pendidikan seks di kalangan masyarakat Indonesia.

“Sangat ironis ya dan hal ini menunjukkan bahwa masyarakat indonesia masih kurang dengan sex education di kalangan masyarakat. Setidaknya kita juga memperkuat undang-undang mengenai kasus ini serta mendukung korban untuk speak up,” Ujar Salma Safina saat diwawancarai Eleven Penerbitan, Minggu (12/12/2021).

Umi Septia dan Salma Safina berharap, mahasiswa selalu berperan aktif untuk menyuarakan dan melawan pelecehan seksual. Keduanya juga berharap kepada Pemerintah Indonesia segara mengesahkan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) guna membasmi kekerasan maupun pelecehan seksual di Indonesia.

 

Reporter : Rivera Jesica S.

Editor : Siti Nurhaliza

Tags: E-Penerbitanheadlinepelecehan seksualpendidikan
Next Post

KM IISIP Peduli Salurkan Dana Melalui KMPLHK Ranita UIN Jakarta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

E-Penerbitan

BEM dan Hima Kesos IISIP Gelar Edukasi Kebersihan bagi Anak-anak

by Humas Himajur
8 April 2026
0

JAKARTA, ELEVEN – BEM KM IISIP Jakarta bersama Himpunan Mahasiswa Kesejahteraan Sosial (Hima Kesos) menggelar kegiatan bertajuk BERDAYA (Berbagi Edukasi...

Read more

BEM dan Hima Kesos IISIP Gelar Edukasi Kebersihan bagi Anak-anak

Gemerlap Imlek 2577 di Jantung Glodok

Kawasan Glodok Dipadati Warga Saat Imlek 2026

Jakarta Light Festival 2025 Diadati Pengunjung

Deretan Film Rilis Maret 2026 yang Wajib Masuk Watchlist Kamu!

Central Park Mall Hadirkan Sweetopia di Akhir Tahun 

Load More

[mc4wp_form id="274"]


Popular Posts

Resensi Film: Agak Laen (2024)

by Humas Himajur
14 Februari 2024
1

Korean Lunch Box Cake, Kue Mini dan Unik

by Humas Himajur
28 September 2021
1

Perayaan Natal di Gereja GPIB Pengharapan Cibinong

by Humas Himajur
25 Desember 2020
0

Himajur

Gunakan Pena Menulis dan Bertindak.

Navigasi
  • Home
  • E-Penerbitan
  • E-Radio
  • E-Foto
  • E-Tv
Menu
  • About
  • Contact
  • Privacy Policy
© 2020 Himajur – Himpunan Mahasiswa Jurnalistik
No Result
View All Result
  • Home
  • E-Penerbitan
  • E-Radio
  • E-Foto
  • E-Tv

© 2020 Himajur - Himpunan Mahasiswa Jurnalistik. Design by Faza

makan ads kontol mu itu