JAKARTA, ELEVEN – Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta periode 2019/2020, Anandito Pratama, membantah tentang kabar dirinya mengundurkan diri pada masa jabatannya, Senin (14/3/2022). Ia menegaskan, dirinya mengundurkan diri di akhir masa kepemimpinan.
Dito mengatakan, Lebih tepatnya ia mengundurkan diri di akhir masa kepemimpinannya. Hal ini terjadi karena ia mengalami kendala yang mengharuskannya untuk mundur dari jabatan Presiden BEM.
“Lebih tepatnya karena di akhir masa kepemimpinan, ada kendala yang mengharuskan saya untuk mengundurkan diri dari jabatan. Kendala tersebut memang tidak bisa ditinggalkan dan bersifat personal. Jadi saya tidak bisa memberitahu hal tersebut,” ujar Dito saat diwawancarai Eleven via WhatsApp, Senin (14/3/2022).
Pernyataan berbeda disampaikan Wakil Presiden BEM, Marly Salsabil yang mengatakan, Dito tidak mengundurkan diri dan ia menjabat sampai akhir jabatannya selesai 2019/2020.
“Kalo mengundurkan diri si engga ya. Cuma pada saat itu pandemi dan pas kita naik itu langsung pandemi. Mangkanya pas kita menjabat itu engga ada apa-apa,” kata marly saat dihubungi eleven via sambungan telepon, Selasa (15/3/2022).
Dito juga menjelaskan, setelah ia mengundurkan diri, Marly selaku wakilnya mengambil alih jabatan dan langsung membentuk satgas percepatan advokasi akademik. Hal ini karena pandemi masih sangat tinggi dan aktivitas kuliah online banyak terganggu.
“Otomatis Marly selaku wakil naik serta langsung membentuk satgas percepatan advokasi akademik, karena saat itu pandemi masih tinggi. serta aktivitas kuliah online banyak terganggu,” jelas Dito.
Marly membenarkan pernyataan Dito. Ia melakukan hal tersebut karena kondisi pandemi sehingga mengalami banyak kendala dan problematika di kampus.
“Iya, karenakan posisinya pada saat itu sebenernya dia tidak mengundurkan diri, karena itu kan emang udah krodit banget keadaannya. Karena pandemi kita bergeraknya susah, nah pada saat itu dito juga lagi skripsi,” kata Marly.
“Nah, Setelah itu kita bikin gerakan, karena pada saat itu banyak banget problematika di iisip. Contohnya terkait KPSM, terus juga lama nya sistem kampus,” sambungnya.
Sejak kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IISIP berakhir pada November 2020, kini BEM masih belum ada regenerasinya. Dito juga menegaskan, ia sudah mengundurkan diri sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ada.
“Untuk saat ini masih belum ditentukan regenerasinya setelah ini, tapi yang pasti mudah-mudahan akan segera mendapatkan kandidat yang sesuai. Pokoknya kita sudah sesuai prosedur dan mengikuti ketentuan yang ada,” ujar Dito.
Dito dan Marly berharap semoga kepengurusan BEM selanjutnya bisa bersinergi dan menjunjung tinggi transparansi, karena transparansi ini yang akhirnya membuat solid. Ia juga berpesan untuk selalu berpihak kepada mahasiswa dan berjalanlah dengan ketakutan akan pengawasan tuhan dan sampaikanlah kebenaran bagaimana mestinya.
Reporter: Mochamad Tegar
Editor: Siti Nurhaliza