JAKARTA, ELEVEN – Himpunan Mahasiswa (Hima) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta melakukan beberapa upaya untuk mengatasi kesulitan di tengah perkuliahan hybrid. Kesulitan tersebut meliputi perizinan dan pembagian waktu para anggotanya.
Ketua Kreasi Musik Mahasiswa IISIP (Kremmasi), Luthfi Dwi Saputra menuturkan, pihaknya sulit mendapatkan izin mengadakan acara di kampus. Mengatasi hal tersebut, Luthfi mengatakan, Kremmasi memilih mengadakan acara di luar kampus.
“Hal yang penting kaya belajar mengajar aja masih pakai sistem hybrid. Gimana Kremmasi mau bikin acara musik yang pasti bikin kampus jadi rame, sulit banget dapet izinnya pasti,” ujar Lutfi, Rabu (12/10/2022).
Senada dengan Luthfi, Ketua Kampus Tercinta Photography Club 32 (Kaphac32), Mutiara Ayu mengatakan, pihaknya lebih memilih mengadakan acara di luar kampus. Hal itu disebabkan terbatasnya kegiatan mahasiswa.
“Ada, karena dengan hybrid ini kegiatan di kampus jadi berkurang dan jadi terbatas,” ujar Mutiara.
Sementara itu, Ketua umum Hima Kesejahteraan Sosial (Kesos) Daud Khalifah menuturkan, sistem perkuliahan hybrid tidak terlalu berpengaruh dalam kegiatan mahasiswa.
“Semua tergantung program nya dulu ya, kita gabisa bilang kalo sistemnya mempersulit. Kita lihat dulu program Hima. Kalo kegiatannya dikampus, ya bagus. Menurut gue sih plus minus. Tapi balik lagi ke program hima tersebut. Bisa berdampak baik dan buruk juga. Kalo online kan bisa fleksibel ya, gitu aja sih,” tutur Daud
Ketua Umum Hima Manajemen Komunikasi (Mankom) Ardhia Fitri mengatakan, sistem perkuliahan hybrid membuat waktu kegiatan Hima menjadi kurang. Lebih lanjut Ardhia menjelaskan, pihaknya akan membagi waktu antara kuliah dan kegiatan Hima.
“Cara mengatasi kesulitannya, kita bisa membagi waktu antar panitia dan mahasiswa. Kita cari juga di mana waktu sesi yang memungkinkan banyak anggota yang berkontribusi, mengingat hybrid yang gabisa 100 persen anggota hima nya ikut,” ujar Ardhia.
Reporter: Sanrifa Akmalia
Editor: M. Nur Alfiyan