makan ads kontol mu itu
  • About
  • Contact
  • Privacy Policy
himajur.com
  • Home
  • E-Penerbitan
  • E-Radio
  • E-Foto
  • E-Tv
No Result
View All Result
himajur.com
  • Home
  • E-Penerbitan
  • E-Radio
  • E-Foto
  • E-Tv
No Result
View All Result
himajur.com
No Result
View All Result

Avatar: The Way Of Water (2022)

Humas Himajur by Humas Himajur
29 Desember 2022
in E-Penerbitan
0
0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Identitas film

Related Posts

BEM dan Hima Kesos IISIP Gelar Edukasi Kebersihan bagi Anak-anak

Deretan Film Rilis Maret 2026 yang Wajib Masuk Watchlist Kamu!

Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh pada Hari Sabtu 

Waspada Toksoplasmosis, Kenali Gejala dan Pencegahannya

Judul: Avatar : The Way Of Water

Genre: Sci-fi dan Action

Tanggal rilis: 14 Desember 2022

Durasi: 192 menit

Sutradara: James Cameron

Pemain: Sam Worthington (Jake Sully), Zoe Saldaña (Neytiri), Sigourney Weaver (Kiri), Kate Winslet (Ronal), Stephen Lang (Colonel Quaritch), Cliff Curtis (Tonowari), Jamie Flatters (Neteyam), Britain Dalton (Lo’ak), Jack Champion (Spider), Trinity Jo-Li Bliss (Tuk)

 

Sinopsis Film

Berlatar beberapa tahun setelah Na’vi berhasil mengusir bangsa langit alias umat manusia dari Pandora. Jake Sully dan Neytiri telah resmi menjadi pasangan serta memimpin suku Omaticaya alias klan hutan.

Mereka dikaruniai tiga anak, yakni Neteyam, Lo’ak, dan Tuk. Jake dan Neytiri juga mengadopsi seorang avatar lain, Kiri, merupakan anak dari Dr. Grace sang ilmuwan yang berpihak kepada bangsa Na’vi di film Avatar pertama.

Kehidupan mereka berlalu dengan penuh kedamaian selama tinggal di hutan. Jake dan Neytiri mengajarkan anak-anaknya kemampuan bertahan hidup, mulai dari berburu hingga mengendarai Ikran; hewan khas kendaraan klan hutan. 

Sayangnya, kedamaian mereka terusik kembali oleh kedatangan bangsa langit melalui organisasi bernama Resource Development Administration (RDA). RDA datang untuk mengambil alih kembali Pandora setelah mereka kalah pada pertempuran di film pertamanya. Selain itu, mereka memiliki misi untuk menangkap Jake Sully yang menjadi sosok kunci di balik perlawanan bangsa Na’vi.

Kedatangan umat manusia langsung menghadirkan ancaman dan ketakutan besar bagi klan Omaticaya. Situasi ini juga semakin membuat Jake Sully terpojok karena harus melindungi bangsa Na’vi dan keluarganya. 

Kemudian, RDA melakukan sejumlah terobosan dalam misi kali ini, salah satunya memanfaatkan program Avatar untuk membuat satuan elite. Colonel Miles Quaritch memimpin tim eliet yang dalam film sebelumnya sudah tewas. Namun, kali ini ‘dihidupkan’ kembali dalam tubuh Na’vi berkat kemajuan teknologi RDA.

Berada dalam posisi terancam, Jack Sully memilih mengasingkan diri bersama dengan keluarganya dan menuju ke tempat suku Metkayina alias klan Air untuk bersembunyi dari perburuan Colonel Miles.  

 

Isi Resensi

James Cameron sekali sukses membuat suatu mahakarya lewat film Avatar : The Way Of Water. Penantian panjang selama 13 tahun nyatanya tidak sia-sia karena berhasil membuat penonton merasakan kembali bagaimana kehidupan bangsa Na’vi. 

James Cameron bisa dibilang menjadi raja perfilman dunia saat ini. Hal tersebut lantaran film-film garapannya yang selalu sukses, seperti Film Titanic garapannya menjadi film terlaris (berpendapatan terbesar) sepanjang masa dan tidak terpecahkan. Jika kita lihat kesuksesan Titanic, bisa saja kita bilang bahwa itu suatu kebetulan, tetapi ia kembali memecahkan rekornya sendiri dengan menggarap film avatar pada 2009 lalu, maka kita tidak bisa bilang itu suatu kebetulan. 

Pengeluaran produksi pada film ini akan menjadi pengeluaran film terbesar sepanjang sejarah dunia perfilman. Biaya pembuatan Avatar : The Way Of Water mencapai 400 juta Dolar Amerika atau sekitar 6,2 triliun Rupiah, belum termasuk biaya promosi. Biaya tersebut sesuai dengan peningkatan beberapa unsur pada film, seperti Computer Graphic Images (CGI) yang semakin bagus.

 

Kelebihan

Film ini sangat memanjakan mata penonton karena efek visual mengalami peningkatan dari film sebelumnya. Selain itu, musik yang mengiringi pada sepanjang film juga sukses membuat penonton ikut terbawa suasananya. 

Lalu, penonton sebenarnya sadar bahwa gambar di film ini adalah gabungan antara gambar realita dan animasi CGI. Namun, gabungan ini sama sekali tidak terlihat sambungannya dan kita bisa melihat dengan nyaman, seakan-akan sesuai realita. Berkat CGI, penonton sulit menemukan kejanggalan di film ini dalam hal efek visual.

Pada film ini, penonton akan merasakan bagaimana kehidupan serta keindahan laut di suku Metkayina. Kita akan melihat banyaknya makhluk laut khas pandora yang hadir dan siap membuat para penonton terpukau melihatnya. Penjiwaan karakter juga berhasil membuat penonton merasakan emosi para aktor.

 

Kekurangan

Kekurangan yang sangat menonjol dalam film ini, ialah pada alur cerita yang digunakan terasa biasa dan tidak ada ciri khas. Pada bagian klimaks cerita tidak sebagus film Avatar pertama. 

Selain itu, penokohan dalam film juga terasa kurang kuat, terutama di bagian kematian anak pertama Jack Sully yang terasa biasa saja. Lalu, Konflik dalam Avatar : The Way Of Water terbilang tidak ada perkembangan, lantaran masih membahas pertikaian antara bangsa langit dengan Na’vi.

Film ini seolah – olah hanya berfokus pada efek visual yang memanjakan mata penonton, tanpa perlu memperhatikan segi alur ceritanya. 

 

Kesimpulan

Film sekuel Avatar ini sukses membuat penonton kembali merasakan bagaimana kehidupan di dunia Pandora setelah penantian panjang 13 tahun. Efek visual pada film ini sukses memanjakan mata penonton dengan iringan musik yang luar biasa.

Penonton tidak perlu menonton film pertamanya karena pada sekuel ini akan ada sedikit flashback. Semua kalangan dapat menyaksikan film ini karena terdapat nilai-nilai kehidupan yang dapat diterapkan.

 

Reporter: Paundra Zakirulloh

Editor: M. Nur Alfiyan

Tags: Avatar : The Way Of Water (2022)filmheadlineresensi
Next Post

Hasil Piala AFF: Indonesia Ditahan Imbang Thailand 1-1

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

E-Penerbitan

BEM dan Hima Kesos IISIP Gelar Edukasi Kebersihan bagi Anak-anak

by Humas Himajur
8 April 2026
0

JAKARTA, ELEVEN – BEM KM IISIP Jakarta bersama Himpunan Mahasiswa Kesejahteraan Sosial (Hima Kesos) menggelar kegiatan bertajuk BERDAYA (Berbagi Edukasi...

Read more

BEM dan Hima Kesos IISIP Gelar Edukasi Kebersihan bagi Anak-anak

Gemerlap Imlek 2577 di Jantung Glodok

Kawasan Glodok Dipadati Warga Saat Imlek 2026

Jakarta Light Festival 2025 Diadati Pengunjung

Deretan Film Rilis Maret 2026 yang Wajib Masuk Watchlist Kamu!

Central Park Mall Hadirkan Sweetopia di Akhir Tahun 

Load More

[mc4wp_form id="274"]


Popular Posts

Resensi Film: Agak Laen (2024)

by Humas Himajur
14 Februari 2024
1

Korean Lunch Box Cake, Kue Mini dan Unik

by Humas Himajur
28 September 2021
1

Perayaan Natal di Gereja GPIB Pengharapan Cibinong

by Humas Himajur
25 Desember 2020
0

Himajur

Gunakan Pena Menulis dan Bertindak.

Navigasi
  • Home
  • E-Penerbitan
  • E-Radio
  • E-Foto
  • E-Tv
Menu
  • About
  • Contact
  • Privacy Policy
© 2020 Himajur – Himpunan Mahasiswa Jurnalistik
No Result
View All Result
  • Home
  • E-Penerbitan
  • E-Radio
  • E-Foto
  • E-Tv

© 2020 Himajur - Himpunan Mahasiswa Jurnalistik. Design by Faza

makan ads kontol mu itu