JAKARTA, ELEVEN – Fenomena partai politik (parpol) merekrut publik figur atau tokoh masyarakat ialah strategi untuk mendulang suara dalam pemilihan umum (pemilu). Hal itu lantaran kegagalan parpol melahirkan kader yang berkualitas.
Dalam Talk Show Nasional Tribun Series #2 bertajuk “Partai Politik Berebut Suara Selebritas” menghadirkan beberapa narasumber yang merupakan publik figur dan kader parpol untuk menanggapi hal tersebut. Diskusi ini terselenggara di Studio I Kompas TV Gedung Menara Kompas Jakarta, Selasa (14/2/2023).
Wakil Sekjen DPN Partai Gelora Dedi Gumelar menilai fenomena tersebut merupakan realitas. Namun, dirinya menekankan bahwa publik figur juga memiliki kinerja yang baik.
“Kalo partai mengejar selebritis itu realistis, mereka juga ingin dapet suara dan boleh, gak usah marah partai politik. Ini bagian dari kegagalan partai politik melahirkan kader yang bagus,” tutur Dedi.
“… Tapi juga dengan catatan, bukan hanya dia populer, tapi juga dia menguasai substansi,” imbuhnya.
Kemudian, Founder dan CEO IT Research and Politic Consultant (Ipol Indonesia) Petrus Hartanto menilai, hal tersebut cara parpol untuk mengisi kekosongan daerah pemilihan (dapil).
“… Itulah ceruk yang diambil oleh partai untuk mengisi kekosongan dapil yang belum diisi oleh caleg yang murni kader. Sebab, itu di semua dapil rata-rata penguatan dari partai politik pilih artis atau tokoh masyarakat yang memang dipasang sebagai vote getter,” jelas Petrus.
“Ketika selebritas dan tokoh masyarakat maju sebagai caleg, saya yakin presentasi paling tidak 30% suara, di mana kita melakukan research pada 2019, itu merasakan betul efektivitas kekuatan artis dan tokoh masyarakat untuk mendulang suara parpol sehingga dominan banyak caleg rata-rata dari publik figur dan tokoh masyarakat,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Tribun Network kembali menggelar diskusi Mata Lokal Memilih terkait keterlibatan selebritas dalam Pemilu 2024. Dalam diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Anggota DPR RI Fraksi PDIP Krisdayanti, Anggota DPR RI Fraksi PKB Arzeti Bilbina, dan Politisi Partai Golkar Tantowi Yahya.
Lalu, ada Wakil Sekjen DPN Partai Gelora Dedi Gumelar, Politisi Partai NasDem Okky Asokawati, Founder dan CEO IT Research and Politic Consultant (Ipol Indonesia) Petrus Hartanto dan Dr. Nugroho Setiawan, Mp EpANd.
Reporter: M. Nur Alfiyan