JAKARTA, ELEVEN – Massa mulai memadati kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat untuk melakukan demo buruh yang diadakan setiap 1 Mei, Rabu, (1/5/2024). Beberapa tuntutan diantaranya termasuk pencabutan UU Omnibus Law dan Perlindungan Perempuan.
Berdasarkan pantauan Eleven, puluhan ribu demonstran gabungan dari berbagai komunitas buruh jalan beriringan dari titik Patung Kuda menuju Istora sejak pukul 10 WIB sambil meneriakkan tuntutannya. Joko, Salah satu demonstran mengatakan sampai saat ini pemerintah belum maksimal menanggapi tuntutan, salah satunya pencabutan UU Omnibus Law.
“Pemerintah belum maksimal, dari banyaknya tuntutan belum ada yang ditanggapi secara signifikan terutama pencabutan UU Omnibus Law. Selain itu, perlindungan untuk tenaga kerja di Indonesia juga masih kurang,” Ujar Joko.
Joko berharap demo ini berjalan lancar dan tidak terjadi kerusuhan. Ia menambahkan setelah demo ini besar harapannya buruh semakin sejahtera dan pemerintah memperhatikan kondisi mereka.
“Ya semoga sampai demo ini selesai semuanya berjalan lancar, tidak terjadi hal kerusuan dan hal yang tidak diinginkan, buruh lebih sejahtera dan pemerintah lebih memperhatikan kami,” lanjut Joko.
Berbeda dengan Wawan, anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) mengatakan demo kali ini terjadi degradasi dengan aturan Omnibus Law Cipta Kerja dan Outsourcing upah murah (HOSTUM).
“Jangankan menyejahterakan, mempertahankan aja tidak bisa. Tuntutan kita hari ini salah satunya Omnibus Law Cipta Kerja dan Outsourcing upah murah. Kita sebagai buruh juga merasa keberatan dengan PPH 21%,” Ujar Wawan.
Hingga pukul 12.00 WIB, kawasan patung kuda masih dipadati oleh para demonstran. Diperkirakan pada pukul 12.30 WIB mereka akan bergerak menuju Senayan.
Reporter: Risma Mutia
Editor: Paundra Zakirulloh