BOGOR, ELEVEN – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta, mengeluarkan petisi untuk mendesak pihak kampus agar membuat kebijakan terkait permasalahan yang dituangkan pada petisi tersebut pada Rabu (13/05/20).
Isi dari petisi yang dikeluarkan BEM tersebut merupakan hasil survey terkait permasalahan yang dirasakan mahasiswa. Survey dilakukan BEM melalui google form.
Menurut Ketua BEM IISIP Jakarta Anandito Pratama, surat petisi yang merupakan inisiatif BEM ini telah disetujui oleh elemen kampus karena melihat dari antusiasme mahasiswa, dan telah dikoordinasikan oleh pihak BEM bersama dengan para ketua HIMA dan UKM.
“Poin poin pada petisi dibuat berdasarkan survey yang telah dibuat oleh BEM mengenai keluhan mahasiswa dalam akademik dan administrasi,” jelas Dito yang dihubungi Eleven melalui Whatsapp.
Eleven mewawancarai Omar Abidin selaku pembantu rektor (PUREK) tiga, omar menjelaskan bahwa pihak kampus masih mengkaji dan belum bisa menyampaikan tanggapan perihal petisi tersebut.
“Saat ini kami tengah mempelajarinya. Ok.” ujar Omar saat diwawancarai Eleven via Whatsapp.
Ketua BPM IISIP Jakarta Tiara Hibatullah menjelaskan bahwa petisi ini adalah cara yang diputuskan oleh BEM dengan harapan advokasi yang mereka jalankan tepat sasaran.
“Sebenarnya ini cara yang diputuskan oleh pihak BEM. Semoga advokasi yang mereka jalankan tepat sasaran dan telah melalui pertimbangan yang matang terkait mekanisme, tujuan dan urgensinya sehingga cara mereka ini ga berujung merugikan sebagian pihak.” jelas Tiara.
Beberapa anggota dari Hima dan UKM ada yang memberikan respon setuju, mempertanyakan petisi ini dan ada yang bersikap pasif.
Reporter : Audrey Citra, Siti
Editor : Aliyyu Pristian, Olivia Ferari