JAKARTA, ELEVEN – Kawasan bersejarah Kota Tua Jakarta bersiap memukau pengunjung lewat kemegahan Jakarta Light Festival 2025. Perhelatan ini berlangsung Selasa (30/12/2025) hingga puncak Rabu malam (31/12/2025), mengandalkan teknologi pencahayaan mutakhir untuk menyambut pergantian tahun baru dengan suasana berbeda.
Fasad bangunan ikonik seperti Museum Fatahillah, Museum Wayang, serta Museum Keramik akan bertransformasi menjadi kanvas raksasa melalui pertunjukan video mapping yang memukau. Tak hanya itu, instalasi LED artistik dan pencahayaan tematik juga akan menghiasi gangway menuju Stasiun Kota, menciptakan lorong cahaya yang estetik bagi para pengunjung. Kemeriahan pun semakin lengkap dengan panggung hiburan musik yang sudah mulai menghentak sejak pukul 14.00 WIB.
Perwakilan penyelenggara, Adam, mengungkapkan bahwa festival ini bukan sekadar hiburan visual, melainkan upaya menghidupkan ruang publik melalui pengalaman interaktif dan pemberdayaan ekonomi lokal. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya bazar UMKM yang berjajar di sekitar lokasi acara untuk memanjakan lidah para pengunjung sembari menikmati suasana.
“Waktunya kita start itu sebenarnya mulai dari jam 2 siang sudah mulai ada band-band-an,” ujar Adam saat ditemui di lokasi perayaan.
Perwakilan tim pengamanan, Hasan, menegaskan bahwa pihak panitia telah menyiagakan keamanan berlapis guna menjamin kenyamanan ribuan pengunjung. Skema tersebut mencakup pengamanan area depan panggung hingga pengawalan khusus bagi para penampil.
“Untuk yang di depan panggung itu kita juga ada yang bertugas sekitar 20 sampai 30 orang untuk mengantisipasi adanya kerusuhan, pencopetan, atau hal-hal yang bersifat anarkis.” tegas Hasan.
Melalui kesiapan matang dari sisi atraksi maupun keamanan, Jakarta Light Festival 2025 diharapkan menjadi destinasi utama yang aman dan berkesan bagi seluruh lapisan masyarakat. Perpaduan antara nilai sejarah Kota Tua dan kecanggihan teknologi cahaya diprediksi akan memberikan pengalaman malam tahun baru yang tak terlupakan di jantung ibu kota.
Reporter: Ibnu Maulana
Editor : Marsel Efraim Ananda