JAKARTA, ELEVEN – Pemerintah mulai membuka pendaftaran program mudik gratis tahun 2026 untuk membantu masyarakat pulang kampung saat Idul Fitri 1447 H. Program ini diselenggarakan oleh beberapa instansi dengan menyediakan berbagai moda transportasi guna memastikan perjalanan pemudik lebih aman dan terjangkau.
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bekerja sama dengan Pertamina dan Jasa Raharja dalam penyelenggaraan program ini. Moda transportasi yang disediakan mencakup transportasi darat, laut, hingga kereta api. Program ini juga bertujuan mengurangi penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh yang dinilai memiliki tingkat risiko kecelakaan lebih tinggi.
“Kami berupaya memfasilitasi mudik yang lebih terorganisir bagi warga, terutama untuk mengalihkan pemudik motor ke moda yang lebih aman,” ujar perwakilan Kemenhub dalam keterangan resminya.
Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga membuka pendaftaran program Mudik Asyik Bareng Jateng 2026 sejak 5 Maret 2026 pukul 10.00 WIB. Program ini menyediakan ratusan unit bus dengan berbagai kota tujuan seperti Solo, Wonogiri, Brebes, hingga Semarang bagi warga perantau yang tinggal di wilayah Jabodetabek.
Panitia penyelenggara menjelaskan bahwa pendaftaran dilakukan secara daring agar masyarakat dapat mengakses kuota secara lebih mudah. Sistem ini juga diharapkan mampu mengurangi antrean serta mempermudah proses verifikasi data peserta.
“Pendaftaran dilakukan melalui situs pedulimudik.jatengprov.go.id dengan syarat menyertakan KTP dan KK sebagai bukti identitas warga Jawa Tengah,” tulis akun Instagram @perhubunganjtg dalam unggahannya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyediakan layanan mudik gratis melalui kapal. Program ini melayani rute dari Pelabuhan Muara Angke menuju sejumlah pulau di Kepulauan Seribu, termasuk Pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Pramuka, dan Pulau Kelapa.
Masyarakat yang ingin mengikuti program ini dapat melakukan pendaftaran melalui aplikasi MitraDarat atau situs resmi pedulimudik.jatengprov.go.id. Pendaftaran menggunakan sistem kuota terbatas dengan mekanisme first come first served atau siapa cepat dia dapat.
Reporter : Nada Safinatunadja
Editor: Ani Ratnasari