makan ads kontol mu itu
  • About
  • Contact
  • Privacy Policy
himajur.com
  • Home
  • E-Penerbitan
  • E-Radio
  • E-Foto
  • E-Tv
No Result
View All Result
himajur.com
  • Home
  • E-Penerbitan
  • E-Radio
  • E-Foto
  • E-Tv
No Result
View All Result
himajur.com
No Result
View All Result

Kemendikti Kaji Penutupan Prodi, Dinilai Tak Relevan dengan Dunia Kerja

Humas Himajur by Humas Himajur
14 Mei 2026
in E-Penerbitan
0
0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, ELEVEN – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tengah mengkaji penutupan sejumlah program studi yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan industri. Langkah ini dilakukan untuk menekan angka pengangguran terdidik akibat ketimpangan antara jumlah lulusan perguruan tinggi dan ketersediaan lapangan kerja.

Related Posts

Setelah Vakum 11 Tahun, Kongres KM IISIP Jakarta Kembali Digelar

Nilai Tukar Rupiah Terpuruk, UMKM Ikut Terdampak

BEM IISIP Jakarta Gelar “Project Morphy” Tingkatkan Kreativitas Fotografi Mahasiswa

May Day 2026, Buruh Kembali Tuntut Penghapusan Outsourcing

Plt Sekjen Kemendikti Saintek, Badri Munir Sukoco, mengungkapkan dalam Simposium Kependudukan 2026 di Bali bahwa sekitar 60 persen program studi di Indonesia saat ini didominasi oleh rumpun ilmu sosial.

“Kalau saya melihatnya begini, di statistik pendidikan tinggi itu, program studi yang terkait dengan social science itu kurang lebih sekitar 60 persen. Kemudian kalau kita cek lagi yang paling gede itu kependidikan, keguruan,” ujar Badri, dikutip dari kumparan.com.

Data menunjukkan setiap tahun perguruan tinggi meluluskan sekitar 490 ribu orang dari bidang pendidikan, sementara kebutuhan guru dan fasilitator hanya sekitar 20 ribu orang. Kondisi ini membuat ratusan ribu lulusan lainnya sulit terserap pasar kerja.

“Jadi 470 ribu sisanya berpotensi tersisih, pengangguran, pengangguran terdidik,” tambah Badri, dikutip dari kumparan.com.

Fenomena ini terjadi karena banyak kampus membuka prodi berdasarkan tren minat pasar tanpa mempertimbangkan kebutuhan tenaga kerja jangka panjang. Pemerintah mulai mempertimbangkan evaluasi terhadap prodi yang tidak lagi selaras dengan kebutuhan industri. Kemendikti Saintek masih melakukan kajian komprehensif bersama pemangku kepentingan sebelum merilis daftar resmi prodi yang akan ditata ulang.

 

Reporter: Moch Wijaya Putra

Editor : Marsel Efraim Ananda

Tags: 2026all about campusE-Penerbitanheadlinekampusprodi
Next Post

Nilai Tukar Rupiah Terpuruk, UMKM Ikut Terdampak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

E-Penerbitan

Setelah Vakum 11 Tahun, Kongres KM IISIP Jakarta Kembali Digelar

by Humas Himajur
19 Mei 2026
0

JAKARTA, ELEVEN – Setelah vakum 11 tahun, Kongres Keluarga Mahasiswa (KM) IISIP Jakarta kembali digelar di Ruang AVA-B, Jumat (15/5/2026)....

Read more

Setelah Vakum 11 Tahun, Kongres KM IISIP Jakarta Kembali Digelar

Nilai Tukar Rupiah Terpuruk, UMKM Ikut Terdampak

Kemendikti Kaji Penutupan Prodi, Dinilai Tak Relevan dengan Dunia Kerja

BEM IISIP Jakarta Gelar “Project Morphy” Tingkatkan Kreativitas Fotografi Mahasiswa

May Day 2026, Buruh Kembali Tuntut Penghapusan Outsourcing

BEM dan Hima Kesos IISIP Gelar Edukasi Kebersihan bagi Anak-anak

Load More

[mc4wp_form id="274"]


Popular Posts

Resensi Film: Agak Laen (2024)

by Humas Himajur
14 Februari 2024
1

Korean Lunch Box Cake, Kue Mini dan Unik

by Humas Himajur
28 September 2021
1

Perayaan Natal di Gereja GPIB Pengharapan Cibinong

by Humas Himajur
25 Desember 2020
0

Himajur

Gunakan Pena Menulis dan Bertindak.

Navigasi
  • Home
  • E-Penerbitan
  • E-Radio
  • E-Foto
  • E-Tv
Menu
  • About
  • Contact
  • Privacy Policy
© 2020 Himajur – Himpunan Mahasiswa Jurnalistik
No Result
View All Result
  • Home
  • E-Penerbitan
  • E-Radio
  • E-Foto
  • E-Tv

© 2020 Himajur - Himpunan Mahasiswa Jurnalistik. Design by Faza

makan ads kontol mu itu