JAKARTA – Awal perjalanan seorang perempuan dalam dilema setelah lulus sekolah, harus melanjutkan sekolah ke jenjang perguruan tinggi atau mencari pekerjaan di tengah pandemi ini. Perempuan ini bernama Rini Nur Fadhillah, perempuan yang lahir di Kuningan, Jawa Barat kerap di sapa Rini ini merupakan lulusan SMK anak pertama dari 9 bersaudara.
Rini sangat menginginkan setelah lulus sekolah ia melanjutkan ke perguruan tinggi, tetapi dikarenakan kebentur restu orang tua untuk berkuliah sesuai jurusan yang ia inginkan hingga akhirnya keadaan yang memaksa untuk bekerja.
Setelah keputusannya untuk mencari kerja Rini memilih untuk merantau ke Jakarta. “Iya, saya mengambil langkah awal untuk mencari pekerjaan di Jakarta karena gaji nya yang besar dibanding di kampung saya,” ucap Rini.
Tapi mencari kerja di Jakarta tidak semudah membalikan telapak tangan, Rini mulai mengirim lamaran dari jadi pelayan restoran hingga admin di salah satu toko online. Tetapi dari lamaran yang ia kirimkan tak ada satupun yang dipanggil. Hingga akhirnya muncul virus Covid-19 di Indonesia yang membuat Rini makin kesulitan untuk mencari pekerjaan.
Semangat Rini tidak berhenti sampai disitu, ia terus melamar dimana-mana dan apapun pekerjaannya yang penting bisa untuk menambahkan biaya orang tua di kampung. “Langsung mendapat pekerjaan setelah sekolah bisa saja menjadi keinginan para fresh graduate. Namun, kondisi saat ini tidak segampang dulu sebelum pandemi ditambah lagi banyaknya pesaing orang-orang yang kena PHK karena pandemi,” tutur Rini.
Sembari menunggu mendapatkan pekerjaan, Rini mengaku berpikir untuk memulai usaha terlebih dahulu. Namun, ia mengatakan masih belum menemukan usaha atau barang apa yang akan dijualnya. Di masa pandemi ini memang banyak masyarakat yang memanfaatkan kesempatan dengan berjualan. Sehingga produk yang ditawarkan harus siap bersaing.
Hingga akhirnya usaha yang tidak membuahkan hasil selama Rini mencari kerja di Jakarta. Ia memutuskan untuk pulang ke kampung karena modal yang sudah habis karena biaya hidup di Jakarta yang sangat mahal.
Rini pulang ke kampung dengan tangan kosong, tetapi Rini sempat berjanji untuk tetap usaha mencari pekerjaan agar bisa membantu orang tuanya. Sampai akhirnya Rini diterima di sebuah pusat oleh-oleh khas Kuningan, Jawa Barat. Walaupun gaji tidak seberapa yang penting ada pengalaman bekerja. Rini bekerja di toko oleh-oleh hanya bertahan 3 bulan, hingga akhirnya dia di-PHK karena toko yang sepi pengunjung akibat pandemi yang semakin merajalela.
Rini tetap semangat untuk mencari kerja lagi, melamar kesana kesini. Saat Rini diluar rumah untuk melamar pekerjaan, tiba-tiba dapat kabar Ayahnya meninggal. Cobaan silih berganti menghantam Rini, sekarang Rini menjadi tulang punggung keluarga untuk menghidupi ibu dan 8 adik-adiknya.
“Di saat saya sedang mencari kerja, tiba-tiba dapat kabar bahwa ayah meninggal. Saat mengetahui keadaan tersebut, rasanya dunia saya runtuh. Ntah gimana caranya menjalani hidup selanjutnya dan untuk menghidupi ibu dan adik-adik saya tanpa adanya bantuan dari sosok ayah lagi,” ucap Rini sambil tersedu.
Disaat Rini terpuruk, keajaiban datang Rini keterima kerja disalah satu kedai kopi yang berada di Kuningan, Jawa Barat. Walaupun ia tidak mempunyai pengalaman di bidang barista ia usaha dan belajar agar bisa menguasai keahlian yang dimiliki barista.
“Saya sempat terpuruk dalam beberapa hari, tetapi setelah itu rasanya Allah memberi pertolongan dan saya merasa doa saya di jabah karena saya dapat kabar bahwa keterima di salah satu kedai kopi yang ada di Kuningan. Walaupun saya tidak punya pengalaman tetapi saya yakin bisa jika mau mencoba dan belajar. Hingga akhirnya saya sekarang menjadi senior barista di kedai kopi ini. Mungkin gaji yang saya dapatkan tidak seberapa tetapi jika bersyukur insyaAllah akan terus diberi kecukupan” tutur Rini. (DSW)