BOGOR, ELEVEN – Koordinator umum Persekutuan Mahasiswa Kristen Live and Life in Christ (PMK LLC) IISIP Jakarta, Kezia August, mengeluhkan persoalan kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) nya yang akan menyelenggarakan acara waktu dekat.
Kezia mengatakan, setiap Himpunan Mahasiswa (Hima) dan UKM di IISIP Jakarta dituntut kreatif mencari dana demi terselenggaranya sebuah kegiatan.
“Kita dituntut kreatif untuk mencari dana. Karena lagi kondisi kayak gini tuh agak sulit, mau jualan ini dan itu kan biasanya kita lakukan (cari dana) di kampus,” kata Kezia saat diwawancarai Eleven via Whatsapp, Rabu (13/10/2021).
Ayu Novita Sari, Ketua Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Phos Gnosis IISIP Jakarta menjelaskan bahwa keadaan yang tidak memungkinkan untuk mencari dana ke luar rumah membuat anggota KMK menciptakan ide seperti berjualan baju, botol minum tumbler, dan paid promote.
“Ikutin aja trend sekarang apa misalnya lagi musim botol tumbler. Kalau bisa desainnya juga yang menarik supaya pembeli juga tertarik sama dagangan kita. Jangan malu juga kalau harus jualan di sosial media masing-masing,” kata Ayu.
Meski terkendala mengenai dana, Kezia mengatakan, PMK LLC dan KMK tidak patah semangat demi menyelenggarakan kegiatan natal secara luring. Ada beberapa pertimbangan alasan mereka mengambil keputusan untuk menggelar secara tatap muka.
Salah satu diantaranya adalah anggota PMK LLC dan KMK IISIP Jakarta yang diklaim sebagian besar sudah menerima vaksinasi Covid-19. Pertimbangan lain adalah kasus positif Covid-19 sudah kian menurun.
“Karena lihat dari jumlah yang positif Covid-19 sudah mulai menurun dan sebagian besar juga sudah divaksin,” jelas Ketua KMK IISIP Jakarta, Ayu Novita Sari saat diwawancarai Eleven via Whatsapp.
Walau begitu, Ayu memastikan kegiatan tersebut tetap manaati protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah. Demi keamanan bersama, syarat mengikuti acara tersebut dengan memberikan bukti vaksin Covid-19.
Reporter : Rivera Jesica S.
Editor : Siti Nurhaliza