JAKARTA, ELEVEN – Beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta mengaku kesulitan mencari dana untuk pelaksanaan kegiatan. Mereka juga mengatakan, dana kemahasiswaan berpengaruh bagi berlangsungnya kegiatan UKM.
Keluarga Mahasiwa Katolik (KMK) Phos Gnosis IISIP Jakarta, Ayu Novita Sari mengatakan, kesulitan mencari dana untuk melaksanakan acara paskah pada April mendatang. Ia mengungkapkan, upaya pencarian dana dengan menjual makanan untuk membiayai acara tersebut.
“Pencarian dana paskah KMK masih berjualan kaya jual bakpao, baso aci, cimol terus kita juga jual jasa paid promote,” ujar Ayu, saat diwawancarai Eleven via WhatsApp, Minggu (06/03/2022).
Ayu juga menambahkan, dana kemahasiswaan berpengaruh bagi pelaksanaan acara tersebut. Ia dan anggota KMK lain sangat mengharapkan dana kemahasiswaan untuk membayar sewa bangunan.
“Selain dana itu untuk proker, KMK juga butuh untuk membayar sekret yang setiap bulan harus dibayarkan karena sekret KMK di luar kampus,” tambah Ayu.
Koordinator umum Persekutuan Mahasiswa Kristen Live and Life in Christ (PMK LLC), Kezia August mengungkapkan, dana kemahasiswaan berpengaruh untuk melaksanakan kegiatan organisasi. Dana tersebut juga digunakan untuk membayar biaya oprasional perbulan.
“Semua kegiatan apapun pasti perlu dana. Jadi ga cuma kegiatan besar aja PMK harus keluarin dana, tapi biaya operasional tiap bulan seperti bayar kontrakan untuk sekretariat, kasih persembahan kasih untuk pembicara ibadah, belum lagi kalau ada yang sakit/terdampak Covid kami harus tetap kirim bantuan. Tapi ya kami ga mau sepenuh bergantung sama itu, kayak lagi pandemi aja ternyata ga turun, tetap harus cari cara lain untuk fill in kantong PMK,” kata Kezia, saat diwawancarai Eleven via WhatsApp, Minggu (06/03/2022).
Selain itu, untuk membiayai kegiatan tersebut Kezia mengatakan, pengurus PMK memberikan commitment fee. KMK juga melaksanakan penjualan barang dan mengamen untuk membiayai program kerja mereka.
Mengenai dana kemahasiswaan, Ayu mengatakan tidak tahu pasti dari mana sumber dana kemahasiswaan itu. Namun ia mengungkapkan, dana tersebut dari uang yang mahasiswa bayarkan pada kampus. Kezia juga mengatakan hal yang sama, menurutnya dana kemahasiswaan bersumber dari biaya perkuliahan tiap semesternya.
“Kan kita bayaran setiap semester itu ada kan kalau ga salah berapa persen untuk kemahasiswaan,” kata Kezia.
Station Manager Obtai Radio, Alya Shafa juga mengaku kesulitan mencari dana untuk melaksanakan acara Lomba Obtai Podcast (LOOP) secara online, pada pertengahan Maret nanti. Namun, untuk mengatasi hal tersebut Alya berupaya malakukan penjualan barang.
Kezia berharap, pihak kampus dapat mengambil tindakan terkait masalah dana kemahasiswaan. Ia beranggapan, UKM membutuhkan dana untuk menjadi tempat mahasiswa berekspresi dan bereksplorasi selain dari perkuliahan dalam kelas.
Reporter: Muhamad Nur Alfiyan
Editor: Siti Nurhaliza