JAKARTA, ELEVEN – Sebanyak 70 karya ditampilkan dalam pameran bertajuk “Angkara” di Hall Polimedia. Salah satu instalasi karya, Kontradiktif, menampilkan 11 kepala manekin dan sebuah kaca yang menggambarkan sisi gelap manusia, Kamis (8/12/2022).
Salah satu pencipta Kontradiktif, Nurlaeli Aida menjelaskan, 10 kepala manekin berwarna hitam menunjukkan sesi terpendam dari para pencipta. Sementara, satu kepala manekin putih menunjukkan sisi cerita para pembuatnya.
“Saya bersama 10 orang teman, [menyusun] 11 kepala di mana didominasi 10 kelapa hitam. Jadi, [kepala hitam] backside kita dan [kepala putin] outside kita gitu,” jelas Laeli.
“Kita semua punya sisi gelap masing-masing, punya sisi ego masing-masing, punya pikiran-pikiran yang orang lain ga tau. Tapi gimana caranya kita 10 orang ini kumpul, kita tunjukan ke orang-orang tuh sisi ceria ini,” tambah Laeli.
Sedangkan, cermin bertuliskan “It’s Me, Hi, I’m the problem” di bawah manekin memiliki makna bahwa manusia harus introspeksi diri dari tiap masalah.
“Kaca ini buat menggambarkan diri bahwa manusia punya problem masing-masing. kalian ngaca di sini masalah lu, gimana caranya melihat diri sendiri,” tutur Laeli.
Kemudian, Laeli menegaskan bahwa sisi gelap tiap manusia tidak cuma menghasilkan hal negatif. Sebaliknya, dengan sisi gelap tersebut manusia dapat mengalihkannya menjadi sesuatu yang positif, seperti karya seni.
Sebagai informasi, mahasiswa penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) Jakarta mengadakan pameran Karya Raya Negeri Maya (KAYA GEMA) bertajuk “ANGKARA”. Acara ini untuk menyalurkan aspirasi mahasiswa penerbitan Polimedia dan berlangsung di Hall Polimedia pada 7-9 Desember 2022.
Reporter: Enrich Samuel
Editor: M. Nur Alfiyan