makan ads kontol mu itu
  • About
  • Contact
  • Privacy Policy
himajur.com
  • Home
  • E-Penerbitan
  • E-Radio
  • E-Foto
  • E-Tv
No Result
View All Result
himajur.com
  • Home
  • E-Penerbitan
  • E-Radio
  • E-Foto
  • E-Tv
No Result
View All Result
himajur.com
No Result
View All Result

“Kehidupan Murni”, Hancurnya Lingkungan Akibat Ketamakan Manusia

Humas Himajur by Humas Himajur
8 Desember 2022
in E-Penerbitan
0
0
SHARES
48
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, ELEVEN – “Kehidupan Murni”, salah satu instalasi karya dalam pameran bertajuk “Angkara” di Hall Polimedia yang menampilkan kondisi orang utan terancam punah. Karya tersebut juga memberikan pesan kehancuran lingkungan akibat ketamakan manusia, Kamis (8/12/2022).

Related Posts

Setelah Vakum 11 Tahun, Kongres KM IISIP Jakarta Kembali Digelar

Nilai Tukar Rupiah Terpuruk, UMKM Ikut Terdampak

Kemendikti Kaji Penutupan Prodi, Dinilai Tak Relevan dengan Dunia Kerja

BEM IISIP Jakarta Gelar “Project Morphy” Tingkatkan Kreativitas Fotografi Mahasiswa

Pembuat karya, Rizky berharap melalui “Kehidupan Murni”, pengunjung dapat lebih peduli dengan lingkungan di negara Indonesia. Khusunya, terhadap penebangan pohon, perburuan orang utan, dan limbah plastik sekali pakai yang dapat merusak tanah.

“Saya di sini mengambil 3 poin, yaitu penebangan hutan, perburuan orang utan secara massal, dan sampah plastik,” tutur Rizky.

Selanjutnya, Rizky menjelaskan setiap unsur dalam karyanya. Ia mengatakan ikatan kain pada balok kayu merepresentasikan penebangan hutan kalimantan secara ilegal.

“Di sini saya ada kain bekas dari kalimantan, diikat di kayu balok. nah, itu menandakan kalo pohon di Kalimantan itu udah sering banget terkena penebangan liar atau massal, yang akibatnya sekarang cuma tersisa balok kayu dari pohon itu,” 

Kemudian, boneka monyet bermakna perburuan orang utan secara masif yang berakibat pada populasinya yang menurun. Selain itu, tujuan dirinya mengikat plastik pada boneka untuk kampanye pengurangan sampah plastik sekali pakai yang merusak lingkungan. Terakhir, ini menutup penjelasannya dengan sepenggal kalimat dalam karya tersebut.

“Satwa diburu, hutan menghilang, plastik mengancam, bencana alam datang” tutup.

Sebagai informasi, mahasiswa penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) Jakarta mengadakan pameran Karya Raya Negeri Maya (KAYA GEMA) bertajuk “ANGKARA”. Acara ini untuk menyalurkan aspirasi mahasiswa penerbitan Polimedia dan berlangsung di Hall Polimedia pada 7-9 Desember 2022.

 

Reporter: Enrich Samuel

Editor: M. Nur Alfiyan

Tags: headlineKaya Gema 4.0Kehidupan Murninews
Next Post

Kroasia Menang Lawan Brazil Lewat Adu Penalti

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

E-Penerbitan

Setelah Vakum 11 Tahun, Kongres KM IISIP Jakarta Kembali Digelar

by Humas Himajur
19 Mei 2026
0

JAKARTA, ELEVEN – Setelah vakum 11 tahun, Kongres Keluarga Mahasiswa (KM) IISIP Jakarta kembali digelar di Ruang AVA-B, Jumat (15/5/2026)....

Read more

Setelah Vakum 11 Tahun, Kongres KM IISIP Jakarta Kembali Digelar

Nilai Tukar Rupiah Terpuruk, UMKM Ikut Terdampak

Kemendikti Kaji Penutupan Prodi, Dinilai Tak Relevan dengan Dunia Kerja

BEM IISIP Jakarta Gelar “Project Morphy” Tingkatkan Kreativitas Fotografi Mahasiswa

May Day 2026, Buruh Kembali Tuntut Penghapusan Outsourcing

BEM dan Hima Kesos IISIP Gelar Edukasi Kebersihan bagi Anak-anak

Load More

[mc4wp_form id="274"]


Popular Posts

Resensi Film: Agak Laen (2024)

by Humas Himajur
14 Februari 2024
1

Korean Lunch Box Cake, Kue Mini dan Unik

by Humas Himajur
28 September 2021
1

Perayaan Natal di Gereja GPIB Pengharapan Cibinong

by Humas Himajur
25 Desember 2020
0

Himajur

Gunakan Pena Menulis dan Bertindak.

Navigasi
  • Home
  • E-Penerbitan
  • E-Radio
  • E-Foto
  • E-Tv
Menu
  • About
  • Contact
  • Privacy Policy
© 2020 Himajur – Himpunan Mahasiswa Jurnalistik
No Result
View All Result
  • Home
  • E-Penerbitan
  • E-Radio
  • E-Foto
  • E-Tv

© 2020 Himajur - Himpunan Mahasiswa Jurnalistik. Design by Faza

makan ads kontol mu itu