JAKARTA, ELEVEN – Kaphac32 menggelar presentasi karya pameran calon anggota angkatan XXIII, Minggu (21/11/2021) pukul 16.30 WIB. Presentasi bertujuan menjelaskan makna dari 70 foto yang ditampilkan oleh 6 peserta.
Masing- masing peserta pameran menceritakan makna dibalik foto yang mereka tampilkan. Naufal Adhwaa menjelaskan, foto yang ia tampilkan bermakna bahwa tidak semua pesepeda itu arogan.
“Banyak peleton di Jalan Sudirman, nah masyarakat merasa risih. Akhirnya mereka bilang kalo sepeda itu arogan. Disini gua mau ceritain kalo ga semua pesepeda itu arogan, ada yang bermanfaat, contohnya kaya tema gua ini, peseda pekerja. Jadi dari sepeda itu bisa menghasilkan pekerjaan, banyak manfaatnya,” jelas Naufal saat diwawancai Eleven.
Zahran Faiq Alghifari (Alan) menampilkan foto dari sisi lain anak punk. Alan menjelaskan bahwa banyak kegiatan positif di luar stigma masyarakat tentang anak punk.
“Dari kegiatan sosial, kreativitas, kebersamaan mereka juga ada. kebersamaan untuk saling membantu, baik itu sesama punk, anak jalanan, maupun warga masyarakat sendiri,” kata Alan.
Sedangkan Nur Al Fajar Rumsari (Harum) menceritakan sosok Bunda Desi yang menurutnya seorang single mom dan perempuan independen. Harum menjelaskan, ia merasa relate dengan kehidupan Bunda Desi.
Selain itu, Herdyan menampilkan foto sisi positif komunikas Relawan Patwal Ambulance Indonesia (RPAI). Menurutnya, RPAI ikut melaksanakan bakti sosial dan menggalang dana untuk yang membutuhkan.
Pameran ini menjadi medium untuk menampilkan sudut pandang baru bagi masyarakat. Alan berharap, Kaphac32 dapat terus menampilkan foto yang mengedukasi masyarakat bahwa fotografi bukan sesuatu yang telah tertinggal zaman.
Reporter : Muhamad Nur Alfiyan
Editor : Siti Nurhaliza