Identitas Film
Judul : Finch
Sutradara : Miguel Sapochnik
Produser : Craig Luck, Daniel Maze, Kevin Misher, Ivor Powell, Jack Rapke, Miguel Sapochnik,dan Robert Zemeckis
Penulis Naskah : Craig Luck dan Ivor Powell
Pemain : Tom Hanks (Finch Weinberg), Caleb Landry Jones (Jeff), Seamus (Goodyear), Marie Wagenman (anak perempuan), Lora Cunningham (Ibu), Oscar Avila (pengemudi truk)
Genre : Science, fiksi, drama, petualangan
Perusahaan produksi : Amblin Entertainment, Reliance Entertainment, Walden Media, ImageMovers, dan Misher Film
Distributor : Apple Inc.
Tanggal tayang : 5 November 2021
Sinopsis
Finch (2021) bercerita tentang seorang lelaki ahli robotika bersama robot ciptaannya. Ia berusaha menjalani kehidupan setelah lapisan ozon di bumi hilang akibat ledakan sinar gama pada sepuluh tahun lalu. Ia menetap di laboratorium bawah tanah St. Louis dengan makanan yang hampir habis dan badai panas setiap harinya. Tanpa adanya lapisan ozon, bumi berubah menjadi gurun pasir. Hewan dan tanaman pun mati karena terbakar panasnya sinar ultraviolet matahari, pada siang hari suhu mencapai 70 derajat celcius.
Lelaki yang sudah berumur, berjanggut, dan rambut serba putih tersebut bernama Finch Weinberg (Tom Hanks). Ia merupakan insinyur robotika cerdas, disiplin, dan sedikit jenaka, yang tinggal di laboratorium bawah tanah hanya bersama robot pembantunya bernama Dewey dan ajingnya, Goodyear. Setelah itu Finch membuat satu robot manusia bernama Jeff yang memiliki kecerdasan dan perasaan seperti layaknya manusia.
Mereka melakukan perjalanan menggunakan mobil bus yang dimodifikasi besar-besaran oleh Finch untuk menuju San Francisco. Perjalanan dilakukan karena daerah laboratorium diperkirakan akan dihempas oleh badai besar. Pertama kalinya Finch melakukan perjalanan panjang, sebelumnya ia hanya keluar sekitar laboratorium hanya untuk mencari persediaan makanan dengan menjarah toko swadaya.
Selama petualangan menuju San Francisco, mereka mengalami banyak masalah. Mulai dari badai gurun, penguntit yang ingin merampok, hingga penyakit Finch yang menjadi hambatan. Jeff sebagai robot manusia yang dibuatnya turut membantunya selama petualangan. Ia diajarkan berjalan, berbicara, bekerjasama tim, dan berkendara. Tidak hanya itu, ia juga diberikan prinsip hidup sebagai robot. Diakhir Finch meninggal akibat penyakit dan usianya yang sudah terlalu tua. Jeff dan Goodyear melanjutkan perjalanan, hingga tiba di San Francisco dengan keadaan geografis yang berbeda. Disana langit cerah tidak membakar tubuh makhluk hidup, tampaknya disana lapisan ozon dan kehidupan tumbuhan serta hewan telah muncul kembali.
Ulasan
Di kota yang tandus dengan gedung-gedung yang diselimuti pasir dengan suhu 70 derajat celcius membuat tubuh Finch naik hingga 38 derajat celcius. Ia pergi mecari persediaan makanan ke toko swalayan bersama robot pembantunya, Dewey. Daerah tersebut hanya Finch yang masih bernafas. Sepanjang kota mati dipenuhi pasir dan debu yang diakibatkan oleh ledakan sinar gamadan menyebabkan lapisan ozon hilang dan manusia punah secara massal. Finch mengelilingi kota menggunakan baju pelindung, helm, dan truknya. Finch sadar kota tersebut sudah tidak dapat ia tempati karena badai besar selalu menerjang. Diperkirakan keadaan cuaca akan tidak stabil dengan kecepatan badai 250 km/jam dengan waktu 40 hari. Badai besar selama sebulan lebih tersebut dihadapi Finch dengan persediaan makan yang menipis. Maka Finch bertujuan untuk melakukan perjalanan untuk berpindah ke tempat yang aman.
Finch tinggal bersama Dewey dan anjingnya bernama Goodyear yang ia temukan di dalam tas pink milik anak yang terbunuh akibat perampok di masa kota sedang kritis makanan karena fenomena ozon yang menghilang. Setiap hari Finch memberi makan Goodyear, membaca buku, dan hidup di dalam laboratoium bawah tanah di St. Louis. Ia merupakan seorang insinyur robotika cerdas. Sadar akan usianya yang sudah menua ia membuat robot manusia untuk menjaga anjing kesayangnnya. Robot manusia rakitannya itu dipasang chip yang berisi berbagai pengetahuan.
Robot manusia tersebut dipanggil dengan sebutan Jeff. Jeff menjadi robot manusia rakitan Finch yang sangat berhasil ia ciptakan. Finch mengatur Jeff dengan empat instruksi. Diantaranya yaitu robot tidak boleh melukai manusia atau berdiam diri membiarkan manusia celaka. Kemudian, ketika Finch sedang tidak ada, robot harus melindungi kesejahteraan anjing dengan mengenyampingkan semua instruksi. Jadi, bagi Finch, anjingnya merupakan hal yang sangat berharga baginya dan paling diprioritaskan.
Mereka pun melakukan perjalanan dari St. Louis menuju San Francisco menggunakan bus yang sudah dimodifikasi oleh Finch. Selama perjalanan Jeff banyak bertanya, begitu pula Finch banyak bercerita mengenai hidupnya. Disaat tertentu mereka berhenti di toko swalayan untuk mendapatkan persediaan makanan atau barang yang berguna sambil mengajari Jeff. Saat mereka melakukan perjalanan kembali datang badai besar yang mengakibatkan mobil mereka sedikit rusak. Bukan hanya badai, berbagai masalah dihadapi. Mulai dari perampok yang akan mencuri semua milik mereka hingga hidupnya terancam sampai penyakit Finch yang semakin memburuk.
Selain mengajarkan Jeff berjalan dan bertahan hidup, Finch juga mengajarkan Jeff mengendarai mobil. Alhasil Jeff pun berguna mengendarai mobil bus selama Finch sakit terbaring lemah untuk melanjutkan perjalanan. Sesekali adegan komedi dimunculkan oleh pemeran Jeff yang polos dan kadang ceroboh. Film ini mengajarkan persahabatan dan bagaimana menjadi manusia. Hebatnya Jeff sebagai robot lambat laun memiliki perasaan dan mimpi ketika ia tidur.
Dalam semua masalah dan emosi yang mereka lewati, akhirnya mereka sampai di daerah San Francisco. Betapa kagetnya Finch akhirnya dapat merasakan panas matahari tanpa membakar kulitnya dan adanya tanda-tanda kehidupan tumbuhan serta hewan. Ia pun merasa bahagia, lalu dihari itu pun ia menikmati hingga kemudian Finch meninggal karena penyakit kronis yang dideritanya. Disaat bersamaan Jeff sempat merasa kehilangan arah dan tujuan hidupnya, kemudian Jeff sadar bahwa Finch ingin ia melanjutkan perjalanan mencari tempat yang aman untuk Goodyear. Di dalam foto tujuannya yaitu Jembatan di Francisco tertulis kata ayah. Alasan itu lah Finch memilih San Francisco sebagai tujuan perjalannya.
Kesimpulan
Film Finch mengadung pesan mengenai persahabatan dan kepercayaan. Bagaimana kepercayaan dapat dibangun seiring manusia mengenal satu sama lain. Bukan hanya itu, adegan dalam film menggambarkan Finch merupakan manusia pekerja keras dan gigih untuk melanjutkan hidupnya walaupun hanya seorang diri di kota yang luas. Lalu hal yang paling menyeramkan adalah manusia itu sendiri. Disaat manusia dalam keadaan sulit, hal itu bisa mendorong mereka menjadi serakah dan mudahnya saling membunuh. Alur cerita yang ringan dan banyak pesan positif yang disampaikan. Film yang berdurasi 1 jam 55 menit tersebut cocok bagi kamu yang menyukai cerita petualangan.
Reporter : Annisa
Editor : Rivera Jesica S.