makan ads kontol mu itu
  • About
  • Contact
  • Privacy Policy
himajur.com
  • Home
  • E-Penerbitan
  • E-Radio
  • E-Foto
  • E-Tv
No Result
View All Result
himajur.com
  • Home
  • E-Penerbitan
  • E-Radio
  • E-Foto
  • E-Tv
No Result
View All Result
himajur.com
No Result
View All Result

Bullet Train (2022)

Humas Himajur by Humas Himajur
13 Oktober 2022
in E-Penerbitan
0
0
SHARES
59
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Identitas Film

Related Posts

Setelah Vakum 11 Tahun, Kongres KM IISIP Jakarta Kembali Digelar

Nilai Tukar Rupiah Terpuruk, UMKM Ikut Terdampak

Kemendikti Kaji Penutupan Prodi, Dinilai Tak Relevan dengan Dunia Kerja

BEM IISIP Jakarta Gelar “Project Morphy” Tingkatkan Kreativitas Fotografi Mahasiswa

Judul: Bullet Train

Genre: Aksi, Thriller, dan komedi

Tanggal rilis: 10 Agustus 2022

Durasi: 126 menit

Sutradara: David Leitch

Pemain: Brad Pitt (Ladybug), Joey King (Prince), Aaron Taylor-Johnson (Tangerine), ad Bunny (The Wolf), David Leitch (Jeff Zufelt), Sandra Bullock (Maria), Karen Fukuhara (Train Crew Member), Logan Lerman (The Son), Michael Shannon (The White Death), Hiroyuki Sanada (The Elder), Zazie Beetz (The Hornet), Andrew Koji (Kimura), Brian Tyree Henry (Lemon).

 

Sinopsis film

Film ini mengisahkan seorang pembunuh bayaran berjuluk “Ladybug” yang memiliki perjalanan hidup penuh dengan kesialan, lantaran banyak kegagalan dalam misinya. Oleh karena itu, Ia bertekad untuk sukses dalam menjalankan misi berikutnya.

Pada suatu hari Ladybug harus menggantikan rekannya, Carver, untuk mencuri koper besi berisi uang pada salah satu kereta tercepat di Jepang. Ia merasa misi tersebut bukanlah hal sulit dan bisa cepat terselesaikan. Hal tersebut juga bisa menjadi pembuktian Ladybug untuk menyelesaikan suatu misi dengan sukses.

Namun kenyataannya, Ladybug menghadapi begitu banyak tantangan dan situasi sulit, seperti ia harus menghadapi dua pembunuh bayaran lain berjuluk “The Twins”. Mereka adalah Lemon dan Tangerine yang bertugas menghantarkan koper besi tersebut kepada ketua geng pembunuh legendaris bernama White Death di Kyoto. 

Selain mereka, masih ada beberapa pembunuh bayaran lain dalam kereta cepat tersebut, seperti Kimura dan The Prince. The Prince merupakan siswa berjiwa psikopat yang juga mengincar koper besi tersebut. Hal itu membuat Ladybug menyadari bahwa misi yang ia emban tidak mudah dan penuh tantangan.

 

Isi Resensi

Film ini merupakan adaptasi dari novel karya Kotaro Isaka berjudul Maria Beetle. Film ini disutradarai oleh David Leitch yang telah menyutradarai film-film populer, seperti DeadPool 2 dan spin-off dari seri Fast and Furious. 

Untuk film ini Leitch menggandeng nama-nama besar aktor Hollywood, antara lain Brad Pitt sebagai Ladybug, Joey King, Aaron Taylor-Johnson, Brian Tyree Henry, Hiroyuki Sanada, dan Sandra Bullock.

Membuat film daptasi novel merupakan sebuah tantangan berat dan sering kali mengurangi beberapa elemen. Hal tersebut biasanya dirasakan mereka yang telah membaca novelnya.

Akan tetapi, banyak penonton yang memaklumi lantaran interpretasi tiap orang berbeda. Hal tersebut terjadi pada Bullet Train, film ini punya banyak perbedaan alur cerita dengan novel. Namun, penulis novel tidak keberatan dengan perubahan yang dilakukan sutradara David Leitch dan penulis film Zak Olkewicz.

 

Kelebihan

Film ini cukup unik lantaran bisa menyelipkan unsur komedi dalam genre aksi. Aktor yang berperan dalam film ini berhasil memainkan emosi penonton lewat pendalaman karakter masing-masing. 

Sang sutradara juga mampu membawa banyak aksi tarung menarik di tempat sempit, seperti dalam gerbong kereta. Meskipun, tidak semegah adegan pertarungan di Deadpool atau John Wick.

 

Kekurangan

Film ini terlalu banyak plot twist, yakni satu peristiwa punya kaitan dengan lain yang membuat penonton harus terus menyimak. Hal tersebut membuat alur film jadi terasa lambat dan membuat penonton merasa lelah saat mendekati klimaks cerita. Sinematografi terasa kurang ciamik karena gerbong kereta mendominasi latar tempat.

 

Kesimpulan

Film ini cocok bagi penonton yang suka sekali film bergenre aksi. Selain itu, penonton dapat merasakan sensasi baru dengan sisipan unsur komedi. Aktor yang berperan juga berhasil melibatkan emosi penonton. 

Di satu sisi, film ini kurang cocok bagi penonton yang kurang suka alur film lambat. Sayagnya, film ini tidak cocok ditonton oleh semua umur lantaran mendapat rating 17+ (Dewasa), lantaran terdapat adegan kekerasan dan bahasa yang kasar.

 

Penulis: Paundra Zakirulloh

Editor: M. Nur Alfiyan

 

Tags: Bullet TrainheadlineLady bugresensiResensi Film
Next Post

IISIP Mulai Hybrid, Hima/UKM Keluhkan Soal Bentroknya Jadwal Kelas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

E-Penerbitan

Setelah Vakum 11 Tahun, Kongres KM IISIP Jakarta Kembali Digelar

by Humas Himajur
19 Mei 2026
0

JAKARTA, ELEVEN – Setelah vakum 11 tahun, Kongres Keluarga Mahasiswa (KM) IISIP Jakarta kembali digelar di Ruang AVA-B, Jumat (15/5/2026)....

Read more

Setelah Vakum 11 Tahun, Kongres KM IISIP Jakarta Kembali Digelar

Nilai Tukar Rupiah Terpuruk, UMKM Ikut Terdampak

Kemendikti Kaji Penutupan Prodi, Dinilai Tak Relevan dengan Dunia Kerja

BEM IISIP Jakarta Gelar “Project Morphy” Tingkatkan Kreativitas Fotografi Mahasiswa

May Day 2026, Buruh Kembali Tuntut Penghapusan Outsourcing

BEM dan Hima Kesos IISIP Gelar Edukasi Kebersihan bagi Anak-anak

Load More

[mc4wp_form id="274"]


Popular Posts

Resensi Film: Agak Laen (2024)

by Humas Himajur
14 Februari 2024
1

Korean Lunch Box Cake, Kue Mini dan Unik

by Humas Himajur
28 September 2021
1

Perayaan Natal di Gereja GPIB Pengharapan Cibinong

by Humas Himajur
25 Desember 2020
0

Himajur

Gunakan Pena Menulis dan Bertindak.

Navigasi
  • Home
  • E-Penerbitan
  • E-Radio
  • E-Foto
  • E-Tv
Menu
  • About
  • Contact
  • Privacy Policy
© 2020 Himajur – Himpunan Mahasiswa Jurnalistik
No Result
View All Result
  • Home
  • E-Penerbitan
  • E-Radio
  • E-Foto
  • E-Tv

© 2020 Himajur - Himpunan Mahasiswa Jurnalistik. Design by Faza

makan ads kontol mu itu