Identitas Film
Judul : The Medium
Sutradara : Banjong Pisanthanakun
Produser : Na Hong-jin
Penulis : Banjong Pisanthanakun
Genre: Horror, thriller
Perusahaan produksi : Showbox dan GDH 559
Distributor : Showbox dan GDH 559
Tanggal tayang : 11 Juli 2021
Pemain : Narilya Gulmongkolpech (Ming), Sawanee Utoomna (Nim), Sirani Yankittikan (Noi), Yasaka Chaisorn (Manit), dan Boonsong Nakphoo (Santi)
Sinopsis
The Medium (2021) bercerita tentang kehidupan dukun yang menjadi wadah dari para dewa. Salah satunya Dewa Bayan yang dipandang baik oleh masyarakat dalam kebudayaan supranatural di Thailand. Nyatanya dukun masih dipercaya oleh beberapa masyarakat Thailand, seperti halnya di Indonesia. Film ini dibuat seolah mendokumentasikan Nim, seorang dukun Dewa Bayan yang melakukan pengusiran dewa jahat dari tubuh Ming. Film yang digarap oleh sutradara ternama Korea Selatan dan Thailand ini mendapat penghargaan ajang Bucheon Internasional Fantastic Film Festival 2021.
Nim (Sawanee Utoomna) merupakan seorang dukun yang dirasuki Dewa Bayan. Dewa Bayan adalah dewa yang baik. Awalnya kakak Nim yang mewarisi tradisi menjadi dukun. Tetapi karena penolakannya membuat Dewa Bayan memilih Nim sebagai gantinya. Ia disegani masyarakat karena dipercaya dapat menyembuhkan segala penyakit dan mengabulkan permohonan.
Noi (Sirani Yankittikan) sebagai kakak Nim yang menolak menjadi dukun dan keyakinan adanya Dewa Bayan, ia mempunyai seorang putri bernama Ming. Kematian Nim sebagai dukun bermula saat menolong Noi mengeluarkan dewa atau arwah jahat yang merasuki Ming. Arwah tersebut berjumlah banyak yang berasal dari gedung tua terbengkalai di tengah hutan. Nim melakukan ritual bertapa dan meminta bantuan temannya yang juga seorang dukun, namun mereka kewalahan karena arwah tersebut banyak dan terlalu kuat. Ming yang sudah dikuasai arwah jahat, berperilaku aneh dan brutal, orang-orang yang membantunya mati karena serangan Ming.
Ulasan
Bercerita tentang dukun sebagai salah satu kepercayaan terhadap hal gaib di Thailand. Semua kepercayaan tentang supranatural disebut dewa. Bukan hanya orang mati tetapi rumah, hutan, pepohonan, gunung, ladang, dan sebagainya dianggap dewa. Ada dua macam dewa yaitu dewa baik dan dewa jahat. Salah satu dewa baik disebut Dewa Bayan, beberapa orang terpilih sebagai wadah para dewa disebut dukun. Dukun dengan dewa yang baik membantu masyarakat seperti menyembuhkan penyakit dan mengabulkan permohonan. Faktanya di Thailand profesi dukun yang populer kadang disalahgunakan oleh oknum dukun yang mengaku dirasuki dewa untuk mendapatkan uang dari masyarakat yang meminta bantuan.
Ritual yang dilakukan untuk menerima Dewa Bayan disebut syamanisme. Syamanisme adalah kepercayaan bahwa roh dapat memasuki tubuh manusia terpilih yang memiliki kemampuan supranatural. Kepercayaan ini dahulu diakui di Korea Selatan dan daerah Isan, Timur Laut Thailand.
Pada 2018 terdapat tim yang mendokumentasikan mengenai dukun. Setelah melakukan wawancara beberapa dukun, akhirnya Nim dipilih sebagai obyek dokumentasi untuk mengikuti kesehariannya. Nim adalah seorang dukun pewaris Dewa Bayan, menjadi seorang dukun merupakan tradisi turun-menurun yang diwariskan.
Noi, kakanya Nim saat berumur 20 tahun seharusnya menjadi pewaris Dewa Bayan. Ia tidak ingin menjadi dukun, sehingga Dewa Bayan memilih Nim sebagai dukunnya. Noi bekerja menjadi penjual daging anjing di pasar, ia mempunyai seorang putri bernama Ming berparas cantik yang bekerja sebagai personalia. Namun tiba-tiba putrinya dipecat karena tertangkap CCTV oleh atasannya bahwa ia melakukan hubungan badan di kantor dengan seorang lelaki saat malam hari.
Perilaku Ming akhir-akhir ini berperilaku aneh, seperti bukan dirinya. Ming berubah menjadi anak kecil, lalu sakit menyerang di kepala, punggung, perut hingga terkadang darah haid bercucuran tidak normal. Tanda-tanda ini disebut penyakit dewa, persis seperti ibunya atau tantenya waktu akan dirasuki Dewa Bayan menjadi dukun. Sebenarnya Ming menyadari hal ini, tapi ia tidak ingin menjadi dukun dan menahan semua rasa sakit sendirian.
Noi mengetahui ada yang tidak beres dengan putrinya, ia menemui Manit (Yasaka Chaisorn) untuk meminta solusi. Manit menyarankan untuk menemui Nim agar melakukan ritual, namun Noi menolak karena tidak ingin anaknya menjadi dukun. Ritual dilakukan sebagai menerima Dewa Bayan merasuki tubuh putrinya dan otomatis menjadi dukun.
Diam-diam Manit memberitahu Nim tentang keadaan Ming. Ketika Nim berpura-pura mengunjungi Ming untuk melihat keadaan, ia berasumsi Ming tidak dirasuki Dewa Bayan tetapi oleh dewa yang jahat setelah melihat Ming begitu kesakitan. Noi luluh dan meminta Nim membantu ia menyelamatkan putrinya. Nim berpikir dewa jahat tersebut adalah mantan pacar Ming yang meninggal akibat kecelakaan dan ingin membawa Ming bersamanya. Tetapi semua itu salah, Ming dirasuki oleh dewa jahat yang jumlahnya tidak dapat dihitung. Tubuhnya dikuasai hingga melukai orang-orang disekitarnya dengan brutal.
Seorang teman Nim yang dipanggil untuk membantunya, ia melakukan ritual untuk mengeluarkan dewa jahat di tubuh Nim. Sebelum melakukan ritual, Nim meninggalkan dunia dengan sebab yang tidak jelas maka ritual pun dilakukan tanpa kehadiran Nim. Ritual dilakukan di gedung sumber dewa jahat berlangsung tegang dan menyeramkan. Arwah yang merasuki Ming menggagalkan ritual hingga menewaskan orang-orang. Ming dikendalikan karena mengamuk secara membabi buta dan melukai orang-orang yang mencoba mengeluarkan dewa jahat. Saat Ming menyerang di dalam gedung tengah hutan tersebut, membuat merinding sebab minim pencahayaan hanya bermodal senter dan penampakan Mingyang menyeramkan. Suasana film dibuat seperti dokumentasi biasa. Kesederhanaan ini membuat peristiwa di dalam film terlihat nyata dan asli terjadi. The Medium sudah dapat disaksikan di bioskop.
Kesimpulan
The Medium sukses disutradarai oleh kreator hebat Asia asal Korea Selatan dan Thailand yaitu Banjong Pisanthanakum dan Na Hong-jin. Film rilisan kedua sutradara ini pun sebelumnya berhasil menggarap film horror Shutter dan The Wailing. Kemudian The Medium yang sudah tayang di bioskop ini juga jaya meraih Box Office di Korea Selatan.
Genre horror, supranatural, dan thriller cocok jadi rekomendasi untuk menemani suasana halloween. Adegan disuguhi sealami mungkin, dibawakan dengan gaya video dokumentasi. Sehingga film terasa benar-benar terjadi. Peran yang dimainkan berhasil membuat suasana menegangkan dan menyeramkan.
Reporter : Annisa
Editor : Rivera Jesica S.
Keren ih, filmnya rekomendasi banget sih karena seserem itu.