makan ads kontol mu itu
  • About
  • Contact
  • Privacy Policy
himajur.com
  • Home
  • E-Penerbitan
  • E-Radio
  • E-Foto
  • E-Tv
No Result
View All Result
himajur.com
  • Home
  • E-Penerbitan
  • E-Radio
  • E-Foto
  • E-Tv
No Result
View All Result
himajur.com
No Result
View All Result

Film : The Medium

Humas Himajur by Humas Himajur
2 November 2021
in E-Penerbitan
1

Foto: Ist/Net

0
SHARES
80
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Identitas Film

Related Posts

BEM dan Hima Kesos IISIP Gelar Edukasi Kebersihan bagi Anak-anak

Deretan Film Rilis Maret 2026 yang Wajib Masuk Watchlist Kamu!

Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh pada Hari Sabtu 

Waspada Toksoplasmosis, Kenali Gejala dan Pencegahannya

Judul : The Medium

Sutradara : Banjong Pisanthanakun

Produser : Na Hong-jin

Penulis : Banjong Pisanthanakun

Genre: Horror, thriller

Perusahaan produksi : Showbox dan GDH 559

Distributor : Showbox dan GDH 559

Tanggal tayang : 11 Juli 2021

Pemain : Narilya Gulmongkolpech (Ming), Sawanee Utoomna (Nim), Sirani Yankittikan (Noi), Yasaka Chaisorn (Manit), dan Boonsong Nakphoo (Santi)

 

Sinopsis

The Medium (2021) bercerita tentang kehidupan dukun yang menjadi wadah dari para dewa. Salah satunya Dewa Bayan yang  dipandang baik oleh masyarakat dalam kebudayaan supranatural di Thailand. Nyatanya dukun masih dipercaya oleh beberapa masyarakat Thailand, seperti halnya di Indonesia. Film ini dibuat seolah mendokumentasikan Nim, seorang dukun Dewa Bayan yang melakukan pengusiran dewa jahat dari tubuh Ming. Film yang digarap oleh sutradara ternama Korea Selatan dan Thailand ini mendapat penghargaan ajang Bucheon Internasional Fantastic Film Festival 2021.

Nim (Sawanee Utoomna) merupakan seorang dukun yang dirasuki Dewa Bayan. Dewa Bayan adalah dewa yang baik. Awalnya kakak Nim yang mewarisi tradisi menjadi dukun. Tetapi karena penolakannya membuat Dewa Bayan memilih Nim sebagai gantinya. Ia disegani masyarakat karena dipercaya dapat menyembuhkan segala penyakit dan mengabulkan permohonan.

Noi (Sirani Yankittikan) sebagai kakak Nim yang menolak menjadi dukun dan keyakinan adanya Dewa Bayan, ia mempunyai seorang putri bernama Ming. Kematian Nim sebagai dukun bermula saat menolong Noi mengeluarkan dewa atau arwah jahat yang merasuki Ming. Arwah tersebut berjumlah banyak yang berasal dari gedung tua terbengkalai di tengah hutan. Nim melakukan ritual bertapa dan meminta bantuan temannya yang juga seorang dukun, namun mereka kewalahan karena arwah tersebut banyak dan terlalu kuat. Ming yang sudah dikuasai arwah jahat, berperilaku aneh dan brutal, orang-orang yang membantunya mati karena serangan Ming.

 

Ulasan

Bercerita tentang dukun sebagai salah satu kepercayaan terhadap hal gaib di Thailand. Semua kepercayaan tentang supranatural disebut dewa. Bukan hanya orang mati tetapi rumah, hutan, pepohonan, gunung, ladang, dan sebagainya dianggap dewa. Ada dua macam dewa yaitu dewa baik dan dewa jahat. Salah satu dewa baik disebut Dewa Bayan, beberapa orang terpilih sebagai wadah para dewa disebut dukun. Dukun dengan dewa yang baik membantu masyarakat seperti menyembuhkan penyakit dan mengabulkan permohonan. Faktanya di Thailand profesi dukun yang populer kadang disalahgunakan oleh oknum dukun yang mengaku dirasuki dewa untuk mendapatkan uang dari masyarakat yang meminta bantuan.

Ritual yang dilakukan untuk menerima Dewa Bayan disebut syamanisme. Syamanisme adalah kepercayaan bahwa roh dapat memasuki tubuh manusia terpilih yang memiliki kemampuan supranatural. Kepercayaan ini dahulu diakui di Korea Selatan dan daerah Isan, Timur Laut Thailand.

Pada 2018 terdapat tim yang mendokumentasikan mengenai dukun. Setelah melakukan wawancara beberapa dukun, akhirnya Nim dipilih sebagai obyek dokumentasi untuk mengikuti kesehariannya. Nim adalah seorang dukun pewaris Dewa Bayan, menjadi seorang dukun merupakan tradisi turun-menurun yang diwariskan.

Noi, kakanya Nim saat berumur 20 tahun seharusnya menjadi pewaris Dewa Bayan. Ia tidak ingin menjadi dukun, sehingga Dewa Bayan memilih Nim sebagai dukunnya. Noi bekerja menjadi penjual daging anjing di pasar, ia mempunyai seorang putri bernama Ming berparas cantik yang bekerja sebagai personalia. Namun tiba-tiba putrinya dipecat karena tertangkap CCTV oleh atasannya bahwa ia melakukan hubungan badan di kantor dengan seorang lelaki saat malam hari.

Perilaku Ming akhir-akhir ini berperilaku aneh, seperti bukan dirinya. Ming berubah menjadi anak kecil, lalu sakit menyerang di kepala, punggung, perut hingga terkadang darah haid bercucuran tidak normal. Tanda-tanda ini disebut penyakit dewa, persis seperti ibunya atau tantenya waktu akan dirasuki Dewa Bayan menjadi dukun. Sebenarnya Ming menyadari hal ini, tapi ia tidak ingin menjadi dukun dan menahan semua rasa sakit sendirian.

Noi mengetahui ada yang tidak beres dengan putrinya, ia menemui Manit (Yasaka Chaisorn) untuk meminta solusi. Manit menyarankan untuk menemui Nim agar melakukan ritual, namun Noi menolak karena tidak ingin anaknya menjadi dukun. Ritual dilakukan sebagai menerima Dewa Bayan merasuki tubuh putrinya dan otomatis menjadi dukun.

Diam-diam Manit memberitahu Nim tentang keadaan Ming. Ketika Nim berpura-pura mengunjungi Ming untuk melihat keadaan, ia berasumsi Ming tidak dirasuki Dewa Bayan tetapi oleh dewa yang jahat setelah melihat Ming begitu kesakitan. Noi luluh dan meminta Nim membantu ia menyelamatkan putrinya. Nim berpikir dewa jahat tersebut adalah mantan pacar Ming yang meninggal akibat kecelakaan dan ingin membawa Ming bersamanya. Tetapi semua itu salah, Ming dirasuki oleh dewa jahat yang jumlahnya tidak dapat dihitung. Tubuhnya dikuasai hingga melukai orang-orang disekitarnya dengan brutal.

Seorang teman Nim yang dipanggil untuk membantunya, ia melakukan ritual untuk mengeluarkan dewa jahat di tubuh Nim. Sebelum melakukan ritual, Nim meninggalkan dunia dengan sebab yang tidak jelas maka ritual pun dilakukan tanpa kehadiran Nim. Ritual dilakukan di gedung sumber dewa jahat berlangsung tegang dan menyeramkan. Arwah yang merasuki Ming menggagalkan ritual hingga menewaskan orang-orang. Ming dikendalikan karena mengamuk secara membabi buta dan melukai orang-orang yang mencoba mengeluarkan dewa jahat. Saat Ming menyerang di dalam gedung tengah hutan tersebut, membuat merinding sebab minim pencahayaan hanya bermodal senter dan penampakan Mingyang menyeramkan. Suasana film dibuat seperti dokumentasi biasa. Kesederhanaan ini membuat peristiwa di dalam film terlihat nyata dan asli terjadi. The Medium sudah dapat disaksikan di bioskop.

 

Kesimpulan

The Medium sukses disutradarai oleh kreator hebat Asia asal Korea Selatan dan Thailand yaitu Banjong Pisanthanakum dan Na Hong-jin. Film rilisan kedua sutradara ini pun sebelumnya berhasil menggarap film horror Shutter dan The Wailing. Kemudian The Medium yang sudah tayang di bioskop ini juga jaya meraih Box Office di Korea Selatan.

Genre horror, supranatural, dan thriller cocok jadi rekomendasi untuk menemani suasana halloween. Adegan disuguhi sealami mungkin, dibawakan dengan gaya video dokumentasi. Sehingga film terasa benar-benar terjadi. Peran yang dimainkan berhasil membuat suasana menegangkan dan menyeramkan.

 

Reporter : Annisa

Editor : Rivera Jesica S.

Tags: E-Penerbitanfilmfilm the mediumheadline
Next Post

Fire Flying Chicken, Inovasi Ayam Utuh Richeese Factory

Comments 1

  1. Taj says:
    4 tahun ago

    Keren ih, filmnya rekomendasi banget sih karena seserem itu.

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

E-Penerbitan

BEM dan Hima Kesos IISIP Gelar Edukasi Kebersihan bagi Anak-anak

by Humas Himajur
8 April 2026
0

JAKARTA, ELEVEN – BEM KM IISIP Jakarta bersama Himpunan Mahasiswa Kesejahteraan Sosial (Hima Kesos) menggelar kegiatan bertajuk BERDAYA (Berbagi Edukasi...

Read more

BEM dan Hima Kesos IISIP Gelar Edukasi Kebersihan bagi Anak-anak

Gemerlap Imlek 2577 di Jantung Glodok

Kawasan Glodok Dipadati Warga Saat Imlek 2026

Jakarta Light Festival 2025 Diadati Pengunjung

Deretan Film Rilis Maret 2026 yang Wajib Masuk Watchlist Kamu!

Central Park Mall Hadirkan Sweetopia di Akhir Tahun 

Load More

[mc4wp_form id="274"]


Popular Posts

Resensi Film: Agak Laen (2024)

by Humas Himajur
14 Februari 2024
1

Korean Lunch Box Cake, Kue Mini dan Unik

by Humas Himajur
28 September 2021
1

Perayaan Natal di Gereja GPIB Pengharapan Cibinong

by Humas Himajur
25 Desember 2020
0

Himajur

Gunakan Pena Menulis dan Bertindak.

Navigasi
  • Home
  • E-Penerbitan
  • E-Radio
  • E-Foto
  • E-Tv
Menu
  • About
  • Contact
  • Privacy Policy
© 2020 Himajur – Himpunan Mahasiswa Jurnalistik
No Result
View All Result
  • Home
  • E-Penerbitan
  • E-Radio
  • E-Foto
  • E-Tv

© 2020 Himajur - Himpunan Mahasiswa Jurnalistik. Design by Faza

makan ads kontol mu itu