JAKARTA, ELEVEN – Kantin merupakan fasilitas umum yang fungsinya untuk menjual makanan dan minuman serta tempat untuk berkumpul. Ketiadaan kantin dalam kampus IISIP sejak terbakar tahun 2019 lalu, membuat mahasiswa kesusahan karena harus membeli makanan di luar, namun saat ini pihak kampus mulai merencanakan untuk membuka kembali kantin pada semester gasal 2023/2024.
Salah satu mahasiswi periklanan, Nadira Fairus, menanggapi positif informasi yang beredar di kalangan mahasiswa, terkait akan dibukanya kembali kantin IISIP Jakarta. Menurutnya, adanya kantin dalam lingkungan kampus akan membantu mahasiswa untuk mengisi tenaga tanpa harus berjalan ke luar kampus.
“Wah ini setuju bgt sih ya, apalagi IISIP udah mulai full offline. Jadi dengan adanya kantin sih cukup membantu mahasiswa, buat ngurangin stress kuliah sambil makan santai dan isi tenaga tanpa harus jalan ke luar kampus dulu,” ujar Nadira saat diwawancarai oleh Eleven, Selasa (19/9/2023).
Nadira juga mengeluh soal kantin yang sudah cukup lama tidak ada di kampus. Menurutnya hal tersebut sangat merepotkan karena harus keluar area kampus hanya untuk membeli makanan.
“Kesusahan sih sering ya, apalagi kayak udah laper banget tapi harus jalan keluar kampus yang jalannya lumayan” ujar Nadira.
Sementara itu, Mba Tri sebagai orang yang akan mendirikan kantin, telah dihubungi oleh pihak kampus. Ia mengatakan tidak dipersulit mengenai regulasi pembukaan kantin karena kampus memang perlu untuk segera membuka kantin.
“Aku ditelpon katanya IISIP gaada kantin. Kebetulan aku alumni dan emang pada udah tau aku suka buka bazzar di kampus, jualan pasta-pasta gitu. Aku juga kemarin ketemu Pak Rektor, disuruh bang Lian. Untuk makanan berat belum ada pembicaraan sih, paling minuman dingin dan kue-kue gitu” ujar Mba Tri, saat diwawancarai oleh Eleven via WhatsApp, Sabtu (23/9/23).
Ruangan yang akan dijadikan kantin adalah yang berada di depan BAU. Ruangan tersebut sudah dibersihkan dan dirapihkan. Namun, menurut mba Tri masih ada persoalan yang harus dibicarakan yaitu mengenai pintu kantin yang masih belum ada.
“Tapi yang jadi persoalan itu pintu kantinnya sih, soalnya belum ada. Jadi besok masih mau aku bicarain lagi soalnya ribet kan ya kalau barang harus dibawa pulang lagi terus balik lagi besok gitu.”
Selain itu, Mba Tri berharap semua pihak dapat saling bekerja sama untuk membuang sampah pada tempatnya. Ia juga berharap dapat menjalin silahturahmi dengan mahasiswa punya keahlian membuat kue, dan menyarankan mereka menitip kue untik dijual di kantin.
Reporter : Aura Putri
Editor : Paundra Zakirulloh