BOGOR, ELEVEN – Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta kerap melakukan penyesuaian terhadap sistem pembelajaran secara daring. Penyesuaian tersebut menimbulkan banyak kesulitan yang dialami mahasiswa IISIP Jakarta mengenai Kartu Program Studi Mahasiswa (KPSM) dan proses Batal Tambah (BT).
Format KPSM diberikan mulai (23/09/2020) melalui surel khusus mahasiswa IISIP yang sudah dibuat oleh pihak kampus. Akan tetapi ada beberapa kendala dalam pembagian format KPSM tersebut, salah satunya yaitu keterlambatan dan kesalahan teknis dari sistem yang dibangun oleh pihak kampus IISIP Jakarta, hal ini diungkapkan oleh salah satu mahasiswa IISIP Jakarta.
“Untuk KPSM sebenernya barusan udah dapet, cuman isinya kosong. Kaya ada kesalahan teknis gitu, udah konfirmasi ke BPAA juga tapi belum dibales.” Ujar Adit salah satu mahasiswa jurnalistik saat diwawancara Eleven via Whatsapp.
Terkait permasalahan tersebut Pembantu Rektor (Purek) tiga Kampus IISIP Jakarta, Omar Abidin meminta mahasiswa untuk bisa bersabar dengan sistem yang sedang dibangun.
“Mencermati kondisi ini, memang kita diminta untuk bisa bersabar . IISIP Jakarta terus melakukan PENYESUAIAN dengan sistem yang dibuatnya sendiri. Jadi lagi-lagi tolong disampaikan ke mahasiswa agar bersabar, meskipun tidak mudah menjelaskan kepada mereka.” Ujar Omar Abidin saat diwawancarai Eleven via WhatsApp.
Proses Batal Tambah (BT) yang dilakukan secara daring dengan sistem yang dibangun oleh kampus IISIP Jakarta juga terjadi kesalahan, hal ini diungkap oleh salah satu mahasiswa IISIP Jakarta, Putri Nabila dari jurusan jurnalistik.
“Sebelumnya saya ngajuin 21 sks tapi yang diterima hanya 15, padahal saya isi cadangan. Tapi cadangan juga ga diterima. Anehnya, tiba-tiba saya dapat email matakuliah cadangan diterima, tapi bukan matakuliah yang saya ajuin pas BT.” Ujar Putri Nabila saat diwawancarai via WhatsApp.
Banyak dari mahasiswa kesulitan akan sistem daring yang sedang dibangun oleh pihak kampus IISIP Jakarta, terutama mahasiswa yang belum menerima balasan atas pengajuan BT dan mahasiswa yang belum menerima KPSM sejak awal, sehingga banyak mahasiswa yang mengirim e-mail kepada pihak kampus, namun tetap tidak ada jawaban dari pihak kampus IISIP Jakarta.
Omar Abidin selaku Purek tiga juga berharap semoga kondisi seperti ini tidak berkepanjangan dan tentunya sistem yang dibangun segera menghilangkan kebingungan mahasiswa.
Reporter : Rivera Jesica Souisa.
Editor : Michel Laurensia, Audrey Mutiara.