JAKARTA, ELEVEN – Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta (IISIP) mulai melaksanakan kuliah hybrid sejak memasuki semester gasal 2022/2023. Beberapa mahasiswa mengaku antusias dalam melaksanakan perkuliahan, Senin (10/10/2022).
Mahasiswa baru (maba) program studi (prodi) Jurnalistik, Ahmad Raihan Rizki menilai, sistem kuliah hybrid sangat efektif. Ia merasa antusias dapat memulihkan energi selama kuliah online.
“Menurut gue sih, enak ya. Soalnya capek kalo offline, belum lagi macet. Rumah gue di daerah Depok, terus kalo ke IISIP macet parah, gue pun suka telat. Jadi enak sih, ada satu minggu di mana gue offline dan ada satu minggu online di mana gue bisa recharge diri gue,” kata Raihan, Senin (5/10/22).
Raihan mengaku belum ada kesulitan apapun dalam menjalani kuliah hybrid. Menurutnya, perkuliahan hybrid memiliki beberapa keuntungan.
“Menurut gue, plusnya kuliah offline, enak sih, bisa nongkrong, ketemu orang baru. Kalo online enaknya bisa santai,” ujar Raihan.
Raihan menuturkan, beberapa fasilitas mahasiswa di kampus bermasalah, seperti beberapa kipas tidak berfungsi, toilet dan karpet masjid kotor. Ia juga mengaku kesulitan dalam membeli makan lantaran tidak ada kantin.
Hal serupa disampaikan maba prodi Jurnalistik, Marsel Efraim Ananda menilai, sistem kuliah hybrid ini cukup efektif. Ia mengatakan, lebih menyukai kuliah offline karena mahasiswa bisa berkomunikasi dengan leluasa secara langsung dibandingkan kuliah online. Marsel mengaku belum ada kesulitan dalam menjalani kuliah hybrid.
“Untuk mahasiswa, kalo online terus tuh kurang efektif. Kalo offline pun juga pasti capek. Bagus sih, dibikin seminggu online, seminggu offline,” ujar Marsel, Senin (10/10/2022).
Marsel berharap pihak kampus memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak. Ia juga berharap pihak kampus menambah fasilitas agar mempermudah kegiatan mahasiswa.
Reporter: Sanrifa Akmalia
Editor: M. Nur Alfiyan