JAKARTA, ELEVEN – Tradisi dentuman suara meriam sebagai penanda berbuka puasa dan imsak di Masjid Agung Al-Araf, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (28/03/2024). Meriam tersebut memiliki suara yang sangat keras, sehingga dentungan tersebut menjangkau secara luas.
Meriam yang dikenal dengan sebutan nama Jaguar, dibunyikan sebanyak dua kali di Masjid Agung Al-Araf selama Ramdhan. DKM Masjid Agung Al-Araf, Dadi S. Hidayat mengatakan, selain beduk, dentuman suara meriam tersebut juga menjadi salah satu tanda akan masuknya waktu adzan.
Meriam Jaguar sudah menjadi turun temurun sejak 1970, di sisi lain, meriam tersebut juga memiliki suara yang cukup besar, dengan berbahan dasar Kalsium Karbida (Karbid) dan bensin, sehingga dentuman suara tersebut akan terdengar mencapai 10 kilometer (km).
Foto: Muhamad Farhan
Foto 1: Potret bentuk meriam Jaguar yang kerap kali digunakan untuk penanda waktu berbuka dan imsak di Masjid Agung Al-Araf selama Ramadhan, Kamis (28/03/2024).
Foto 2: Seorang anak tengah bermain di atas meriam Jaguar, sebelum meriam tersebut dinyalakan, Kamis (28/03/2024).
Foto 3: Pengurus Masjid Agung Al-Araf sedang mempersiapkan karbid sebagai bahan dasar peledak meriam, Kamis (28/03/2024).
Foto 4: Pengurus Masjid Agung Al-Araf sedang memasukan karbid kedalam pipa besi, yang digunakan sebagai bahan dasar peledak meriam, Kamis (28/03/2024).
Foto 5: Suasana menjelang meriam jaguar akan di ledakan oleh pengurus Masjid Agung Al-Araf, Kamis (28/03/2024).