JAKARTA, ELEVEN – Kasus Pneumonia yang berasal dari China sudah terdeteksi masuk ke Ibu kota yakni, Jakarta. Kemenkes mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menggunakan masker di ruang publik karena menghindari penyebaran dari penyakit tersebut (8/12/23)
Imbauan ini dikatakan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Imran Pambudi terkait adanya laporan dari fasilitas kesehatan (faskes) mengenai Pneumonia di DKI Jakarta. Beliau mengimbau agar masyarakat memakai masker selama di ruang publik.
“Sudah ada laporan lisan dari fasilitas kesehatan (faskes) dan saat ini sedang dalam tahap konfirmasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta. Masyarakat diimbau memakai masker sebagaimana mestinya,” kata Imran saat dikonfirmasi di Jakarta.
Dirjen Maxi merinci, dari 6 pasien yang terkonfirmasi, 5 pasien pernah dirawat di RS Medistra dan 1 pasien di RS JWCC, Jakarta. Dari 5 pasien yang dirawat di RS Medistra, 2 pasien menjalani rawat inap pada 12 Oktober dan 25 Oktober, sementara 3 pasien lainnya menjalani rawat jalan pada November lalu. Kemudian, satu pasien di RS JWCC disebut menjalani rawat inap.
Pneumonia merupakan bakteri umum yang mengakibatkan infeksi pernapasan sebelum COVID-19. Pneumonia juga menjadi penyebab umum influenza dan penyakit paru, dengan kejadian 8,6 persen.
Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah melaporkan kelonjakan kasus pneumonia yang menyerang anak-anak di China Utara sejak Mei 2023. Gejala pneumonia yang dialami seperti demam, kelelahan, dan batuk yang hingga saat ini belum ada kasus kematian yang dilaporkan karena penyakit tersebut.
“Di Cina, Mycoplasma memang menjadi kasus terbanyak pada kasus Pneumonia. Mycoplasma itu bakteri, bukan virus dan merupakan penyakit penyebab umum infeksi pernapasan sebelum masa Covid-19,” ujar Imran.
Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk menuju ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat jika mengalami tanda-tanda atau gejala Pneumonia, seperti batuk atau kesulitan bernapas yang disertai dengan demam, diharapkan masyarakat selalu waspada agar penyakit ini tidak sampai pada tahap pandemi.
Reporter: Nadya Julyanti
Editor: Paundra Zakirulloh