DEPOK, ELEVEN – Beberapa Himpunan Mahasiswa (HIMA) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) menanggapi pernyataan ketua Badan Permusyawaratan Mahasiswa (BPM) IISIP Jakarta, Rezky Juliansyah. Pada pernyataannya, Rezky menganggap HIMA/UKM masih kurang responsif dalam upaya regenerasi BPM periode 2022/2023.
“Himpunan Mahasiswa dan UKM masih terlihat kurang responsif dan kurang semangat untuk membangun iisip yang baik melalui badan legal BPM/BEM, terbukti dalam masa open reqruitmen anggota bpm masih sedikit dan syarat masih kurang,” kata Rezky saat diwawancarai Eleven, Selasa (14/6/2022).
Sekretaris Jenderal Hima Politik (Himapol), Rivan Prasetyo, menanggapi pernyataan tersebut. Rivan mengungkapkan, kata ‘kurang responsif’ terlalu skeptis dan terburu-buru.
“Bagi saya pernyataan itu terlalu skeptis. Pertama bagi saya seseorang yang mempelajari ilmu politik secara teori, itu tidak bisa dikatakan ‘kurang responsif’. Kenapa? karena tidak ada pendekatan yang digunakan. Selain itu juga, terlalu terburu-buru mengatakan ‘kurang responsif’ karena tidak ada dasar argumen yang kuat,” ungkap Rivan, Rabu (15/6/2022).
“Ya, sebenarnya tidak masalah sih, setiap orang kan berhak mengatakan sesuatu, begitupun BPM. Tapi ini akan bertentangan dengan norma konstitusi KM IISIP. Apakah hal itu: tentang sanksi di atur dalam ad/art KM IISIP, atau ada kode etik untuk hal: sanksi itu. Seperti nya tidak yah. Ini kan hanya bersifat kesepakatan aja, kesepakatan di atas materai juga tidak. Jadi menurut saya lemah hukum,” tambahnya.
Selain itu, Rivan mengakui, Himapol belum mengirimkan anggota sebagai delegasi anggota BPM. Hal itu karena Himapol mengalami kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM).
Ketua UKM Basket IISIP Jakarta, Gimanda Pransiskus Ginting, mengalami keluhan yang sama. Ia mengatakan, UKM Basket belum bisa memberikan delegasi karena minimnya SDM dan faktor lainnya.
“Belum mengirimkan delegasi karena minimnya SDM dan ada juga beberapa yang cuti,” kata Gimanda, Rabu (15/6/2022).
Gimanda juga menanggapi pernyataan ketua BPM terkait kurang responsifnya HIMA/UKM. Menurutnya, tidak masalah apabila ketua BPM mengatakan hal tersebut. Seharusnya, HIMA/UKM mendukung upaya ketua BPM dalam regenerasi kepengurusan.
“Menurut saya dari anggota-anggota hima ukm yang kurang responsif aja menerima pertanyaan dari ketua BPM. Seharusnya kita mendukung keputusan ketua BPM terkait UKM dan HIMA untuk mendelegasikan anggota nya sebagai anggota BPM,” ujar Gimanda.
“Saran saya BPM harap bersabar saja dalam hal delegasi karena kita tidak tau dalam internal dari UKM terdapat problem yang harus diselesaikan dahulu, jadi harap bersabar saja,” tambahnya.
Reporter: Sanrifa Akmalia
Editor: Rivera Jesica S.