JAKARTA, ELEVEN – Langit malam Indonesia akan dihiasi fenomena langka “Strawberry Moon” Rabu (11/06/2025), dengan puncak keindahan pada dini hari 12 Juni. Peristiwa astronomi ini hanya terjadi sekitar 20 tahun sekali dan sangat dinantikan tahun ini.
“Strawberry Moon” adalah istilah untuk purnama Juni dari suku Algonquin di Amerika Utara. Nama ini menandai musim panen stroberi, bukan warna bulan, dan dikenal juga sebagai Blooming Moon, Green Corn Moon, serta Hatching Moon dalam budaya lain.
Menurut Space.com, meski disebut “Strawberry Moon”, bulan tidak berwarna merah muda. Namun, saat dekat cakrawala, bulan bisa tampak kuning keemasan atau oranye akibat pembiasan cahaya oleh atmosfer Bumi.
Mayarakat disarankan memilih lokasi bebas polusi cahaya seperti pegunungan atau pesisir untuk melihat fenomena ini. “Strawberry Moon” bisa disaksikan dengan mata telanjang, namun kamera dan teleskop sederhana membantu mengabadikan keindahannya.
Fenomena “Strawberry Moon” tahun ini istimewa karena langit diprediksi cerah di banyak wilayah Indonesia. Masyarakat mendapat kesempatan langka menikmati dan mengabadikannya.
Reporter: Aura Antari
Editor: Khalisha Putri