JAKARTA, ELEVEN – Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya membuat skenario guna mengantisipasi kemacetan arus balik ke Jakarta. Terdapat 4 skenario yang dilakukan jika terjadi peningkatan volume kendaraan, dari arah timur menuju Jakarta di Gerbang Tol (GT) Halim.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol, Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, Skenario ini akan berlangsung pada 7-8 Mei 2022 usai liburan Lebaran. Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya mengenai GT Halim yang diberlakukannya satu arah (one way).
“Kita khawatirkan GT Halim dengan hanya 13 gardu tidak akan mampu menampung jumlah kendaraan yang bagaikan air bah akan masuk ke Jakarta,” kata Sambodo dilansir ANTARA, Selasa (26/4/2022).
Maka dari itu, Ditlantas Polda Metro Jaya akan melakukan 4 skenario jika GT Halim mengalami kemacetan. Pertama, mengupayakan agar kendaraan di lajur kanan, yang pada kondisi normal digunakan untuk rute Jakarta menuju Cikampek kini digunakan untuk kendaraan yang ke luar tol dari timur menuju Jakarta.
Skenario kedua, menutup GT Cikunir yang menuju Cawang, lalu mengalihkan arus lalu lintas dari Tol Layang MBZ ke Tanjung Priok dan JORR. Hal tersebut untuk memecah kepadatan volume kendaraan di GT Halim.
“Di Cikunir akan kita tutup. Orang tidak boleh ke luar menuju Tol Kota yang dari MBZ langsung diarahkan ke JORR. Semua harus ke luar di JORR. Pokoknya tidak turun ke bawah, tapi ke samping,” ujar Sambodo.
Skenario ketiga, menyediakan mobile card reader untuk mempercepat transaksi, sehingga tidak terjadi kepadatan di gardu ke luar tol. Hal tersebut sudah dikoordinasikan antara Polda Metro Jaya dengan Jasa Marga untuk menyediakan alat tersebut.
Skenario keempat, akan diterapkan jika kendaraan di GT Halim mencapai lebih dari satu kilometer. Skenario tersebut adalah memberlakukan kendaraan tanpa bertransaksi atau gratis saat melintasi GT Halim.
“Kalau memang antrean juga tetap dari satu kilometer maka tol akan digratiskan,” kata Sambodo.
Reporter: Paundra Zakirulloh
Editor: Siti Nurhaliza