Identitas film
Judul: The Gray Man
Genre: Aksi dan Thriller
Tanggal rilis: 22 Juli 2022
Durasi: 122 menit
Sutradara: Anthony Russo dan Joe Russo
Pemain: Ryan Gosling (Gray), Ana de Armas (Dani Miranda), Chris Evans (Lloyd Hansen), Dhanush (Avik San), Julia Butters (Claire), Jessica Henwick (Suzanne Brewer), Regé-Jean Page (Carmichael), Wagner Moura (Laszlo Sosa), Billy Bob Thornton (Fitzroy)
Sinopsis Film
Film ini menceritakan tentang kisah pelarian tokoh bernama Gray Man, seorang mantan agen andalan Central Intelligence Agency (CIA) yang menjadi buronan nomor satu akibat kabur dari penjara. Ia berhasil kabur berkat bantuan senior CIA, Donald Fitzroy yang menginisiasi Program Sierra.
Sierra melatih para pasukannya menjadi pembunuh elit yang bekerja sangat rapi. Gray masuk dalam program tersebut dan mendapatkan julukan sebagai “Sierra Six”.
Kemudian, Sierra Six bertemu dengan rekan barunya, Lloyd Hansen (Chris Evans), seorang pembunuh berbakat dan bengis yang senang menyiksa para korbannya. Tanpa sadar,Sierra Six membocorkan sebuah rahasia penting yang menjadi aset berharga CIA. Selanjutnya, CIA memutuskan untuk mengubah status Sierra Six dari agen nomor satu menjadi daftar buronan nomor satu.
Isi Resensi
The Gray Man merupakan film aksi terbaru Netflix yang dibintangi oleh Ryan Gosling dan Chris Evans. Selain mereka, Ana de Armas, Regé-Jean Page, Billy Bob Thornton juga turut hadir bimbintangi. Film produksi Russo Brothers Company ini merupakan adaptasi dari novel karya Mark Greaney yang terbit 2009.
The Gray Man menghabiskan anggaran produksi sebesar $200 juta AS dan termasuk dalam film termahal yang Netflix produksi dan setingkat Red Notice (2021).
Adaptasi novel ke film live-action merupakan sesuatu hal berat dan selalu terdapat elemen yang hilang. Hal tersebut berupa perubahan cerita asli yang sutradara lakukan. Selain itu, Russo Brothers juga kurang mengembangkan beberapa karakter dalam film.
Kelebihan
Film ini banyak memperlihatkan adegan aksi di tempat-tempat eksotis yang tentu saja akan memanjakan mata. Selain itu, selalu ada aksi saling kejar antara Six Sierra dengan pasukan Lloyd Hansen, mulai dari duel ekstrem di udara, ledakan di pemukiman penduduk, hingga aksi saling tembak di bangunan bersejarah yang megah.
Penerapan sinematografi sangat ciamik dapat membuat penonton kagum dengan tujuh negara dalam film ini. Kualitas aktor seperti Ryan Gosling, Chris Evans, dan Ana de Armas, menjadi daya tarik bagi film ini. Lalu, Russo Brothers memiliki reputasi tinggi dalam menggarap film Marvel Cinematic Universe yang sukses mereka film-filmnya.
Kekurangan
The Gray Man tidak lebih dari film laga seperti yang biasa kita temui. Alur ceritanya pun sangat mudah penonton tebak, dengan Six yang awalnya jagoan dan menjadi buronan.
Alih-alih tensi cerita yang seharusnya semakin menggigit, justru malah melempem saat mendekati penghujung film. Apalagi tidak adanya plot twist di film ini, dapat membuat penonton bosan selama menonton. Dengan biaya produksi mahal, The Gray Man masuk salah satu film yang jauh dari ekspektasi menakjubkan.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, The Gray Man belum mampu menawarkan sisi lain dunia agen rahasia dan masih terpaku pada template film sejenis. Namun di sisi lain, berbagai aksi gila dalam film ini tetap ciamik dengan performa para aktor yang memukau. Rencana sekuel film ini sudah dikonfirmasi, akan tetapi masih menunggu tanggal resmi rilis.
Reporter: Paundra Zakirulloh
Editor: M. Nur Alfiyan