Identitas Film
Judul : Malapataka
Sutradara : Rizal Mantovani
Produser : Manoj Punjabi
Penulis Naskah : Shilla Dipodiputro
Pemain : Tissa Biani Azzahra (Salsa), Bryan Domani (Ramon), Syifa Hadju (Tara), Amanda Manopo (Mira), Masayu Anastasia (Lilly), Sonia Alyssa (Chika), Nicho Bryant (Rendra), Jovarell Callum (Tora), Maura Gabrielle (Asha), Basmalah Gralind (Jasmine), Rebecca Klopper (Esther)
Genre : Horror
Perusahaan produksi : MD Entertainment
Distributor : WeTV Original
Tanggal tayang : 23 Oktober 2020 – 31 Oktober 2021
Sinopsis
Malapataka (2020) merupakan film seri horor Indonesia yang terinspirasi dari kisah nyata sehingga berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Film ini bercerita tentang akibat dari orang-orang yang menyepelekan kepercayaan masyarakat.Terdapat Sembilan seri dengan durasi 7-12 menit setiap serinya.
Masing-masing seri memiliki alur cerita dan judul yang berbeda. Berikut sembilan judul film pendek yang menghadirkan rasa takut bercampur tegang, yaitu Room Number 4, The Reflection, I Wish, Mirror Mirror in The Wall, The Box, Unknown Caller, 10 PM, Dayu Datu, dan Invitation.
Malapataka (2020) disutradarai oleh Rizal Mantovani, sutradara Indonesia yang menyutradarai beberapa film layar lebar dan sukses dipasaran film Indonesia. Film berseri ini juga diperankan oleh aktor terkenal Indonesia yang mahir di dunia akting. Malapataka (2020) dapat ditonton lewat WeTV dan Iflix secara gratis.
Ulasan
Malapataka bercerita kisah horor tentang orang-orang yang meragukan kepercayaan mistis atau gaib yang beredar di masyarakat Indonesia. Mulai dari menyepelekan perempuan, kematian, perkataan, sejarah, dan hal-hal gaib. Dalam film pendek ini peribahasa yang cocok menjadi pesan moral yaitu “Mulut mu, harimau mu”. Setiap percakapan dari kata-kata yang dikeluarkan mempunyai kekuatan sangat besar efeknya bagi diri sendiri maupun orang lain, baik efek baik maupun buruk.
Hidup ditengah pandemi seperti sekarang pun bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti cerita pada episode 9 yang berjudul “Invitation”, diperankan oleh Maura Gabrielle, Syifa Hadju, Nicho Bryant,dan Sonia Alyssa.
Pada episode 9 ini bercerita mengenai mahasiswa yang melakukan pertemuan dalam jaringan (daring) untuk berdisuksi tugas kuliah tentang kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang akan dipresentasikan saat di kampus. Setelah selesai berdiskusi, tiba-tiba Rendra (Nicho Bryant) menceritakan pengalaman temannya yang bermain permainan menyeramkan sehingga dapat mendatangkan hantu. Berbeda dengan pemanggilan hantu lainnya, permainan ini mempunyai aturan. Setiap orang mematikan lampu ruangan, lalu menyalakan lilin, dan bergantian bercerita pengalaman seram masing-masing. Tidak boleh ada lilin yang mati selagi permainan berlangsung. Jika saat bercerita salah satu lilin ada yang mati serta muncul penampakan dari belakang mereka, tidak boleh ada yang berkomentar atau berbicara mengenai penampakan tersebut dan harus tetap melanjutkan cerita sampai giliran cerita masing-masing selesai.
Satu persatu pun bercerita dimulai dari Rendra, ia bercerita pengalaman ditampakkan sosok hantu kuntilanak berwajah pucat yang matanya melotot di atas pohon mangga saat jam 11 malam. Mereka pun mendengar cerita tersebut agak ketakutan, apalagi Tara (Syifa Hadju) yang berucap menyesal ikut permainan ini. Namun, permainan terus berjalan hingga tiba-tiba lilin milik Chika (Sonia Alyssa) mati, lalu mereka panik dan memerintahkan untuk dinyalakan kembali lilinnya. Setelah lilin Chika berbinar kembali, giliran Asha (Maura Gabrielle) bercerita. Saat Asha bercerita, Rendra diserang dari samping oleh perempuan baju putih yang rambut terjuntai panjang menabraknya dengan kuat serta cepat, sesosok itu biasa disebut kuntilanak. Kejadian tersebut dibarengi pertemuan daring yang terputus, semua teman yang menyaksikan lewat pertemuan daring itu pun ketakutan dan panik memanggil-manggil Rendra, memastikan keadaannya baik-baik saja atau tidak. Setelah beberapa menit ketegangan, Rendra pun kembali masuk dengan wajah tertawa puas. Ternyata mereka bertiga sudah merencanakan ini untuk mengerjain Tara yang sedang berulang tahun, kuntilanak yang menyerang Rendra hanya akal-akalan mereka.
Sesaat setelah merayakan ulang tahun Tara pas pukul 12 malam, tiba saatnya skenario mengerjakan Tara pun menjadi kenyataan. Ada sesosok perempuan tinggi berambut panjang menyapu lantai berdiri dibelakang Tara. Sangat tinggi hampir menyetuh langit-langit kamar, wajah hitam tampak tidak beraturan bentuknya dengan baju hitam yang lusuh. Mereka semua ternganga, kaku, dan matanya melotot serta kaget berhadapan dengan hantu itu lewat layar telepon.
Kesimpulan
Malapataka merupakan seri horor yang nyaman ditonton dengan waktu tayang hanya 7-12 menit setiap episodenya, yang sudah dapat menampilkan alur cerita yang rapi dan menarik. Bukan hanya alur ceritanya, tetapi teknik pengambilan gambar dan suara yang mengiringi cerita tersebut mampu membuat nyali menciut. Film pendek ini cocok untuk penonton horor yang ingin mendapatkan bermacan-macam cerita menyeramkan dalam waktu singkat.
Penampakan hantu yang ditampilkan pun agak berbeda dengan hantu biasanya pada layar kaca. Tampilan hantu lebih tajam dan seram, bukan sekedar baju putih dengan noda darah.
Reporter : Annisa
Editor : Rivera Jesica S.
bagus banget kakak ulasannya