JAKARTA, ELEVEN – Beberapa Himpunan Mahasiswa (Hima) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) angkat bicara terkait persyaratan dari Badan Permusyawaratan Mahasiswa (BPM) untuk memberikan delegasinya. Hal itu lantaran tidak semua Hima dan UKM mudah menentukan siapa delegasi yang akan diberikan untuk BPM.
Sebelumnya, Ketua BPM Muhammad Rezky Juliansyah menjelaskan, pendelegasian anggota Hima dan UKM bertujuan meringkas struktur organisasi. Ia menilai, delegasi Hima dan UKM nantinya sudah mewakili keseluruhan mahasiswa IISIP Jakarta.
“Alasan pertama agar kita tidak lagi memakai fraksi dari masing-masing himpunan atau UKM karena sudah disediakan untuk daftar, kedua karena untuk menyimpulkan struktur agar tak membuang banyak anggota maka kita tidak memakai fraksi, ketiga karena himpunan dan UKM cukup mewakilkan mahasiswa IISIP secara umum,” jelas Rezky saat diwawancarai Eleven, Senin (13/06/2022).
Ketua Umum Keluarga Mahasiwa Katolik (KMK) Phos Gnosis, Ayu Novita Sari tidak mempermasalahkan penghapusan fraksi pada struktur BPM. Namun, ia menilai hal itu akan menjadi kendala jika tidak semua Hima dan UKM memberikan delegasi.
“Kalo dari semua Hima UKM memang mengirimkan wakilnya di BPM, ga masalah deh sepertinya, karena kan udah ada wakilnya tadi. Tapi ini berlaku kalo semuanya hima ukm kirim delegasi ya, kalo engga kayaknya malah jadi kendala deh, takutnya ga transparan dan sebagainya,” kata Ayu, Selasa (14/6/2022).
Sedangkan Ketua Hima Administrasi Bisnis, Rania Cahya Aulia menilai, penghapusan fraksi akan menyulitkan Hima dan UKM. Baginya, keberadaan fraksi mampu memudahkan Hima dan UKM menyampaikan pendapat pada BPM.
Meskipun sudah memberikan 2 calon untuk anggota BPM, Rania menjelaskan, Hima yang ia pimpin kesulitan saat menentukan delegasi.
“kalo untuk di Himabis sendiri, kebetulan banyak yg jadi ketua atau wakil di luar Hima, ikut organisasi lain, dan ada juga yang punya kegiatan selain kuliah jadi banyak dari temen-temen yang takut ga bisa handle ketika nantinya jadi anggota BPM karena terlalu banyak kesibukan,” jelas Rania.
Sementara itu, Station Manager Obtai Radio, Alya Shafa mengatakan, pendelegasian anggota Hima/UKM akan memberikan kemudahan karena sudah mewakili mahasiswa IISIP Jakarta secara umum.
“kalau menurut aku memberikan kemudahan, karena kan tujuan membentuk BPM ini untuk mencairkan uang Hima dan UKM yg udah lama ga diterima dari masing-masing organisasi. Jadi delegasi dari Hima UKM aja udah cukup,” ujar Alya, Selasa (14/6/2022).
Tetapi, menurut Alya mekanisme pendelegasian ini sedikit memaksa.
“Karena posisinya disini aku ada di UKM yang mana UKM ga wajib ngirim delegasi tapi bukan berarti ga ngirim, menurut gua ga ada paksaan. Lain halnya sama Hima yang memang diwajibkan untuk ngirim delegasi 2 orang minimal, maksimal 5. Kalau diliat dari hima yang diwajibkan mungkin sedikit ada paksaan, karena kan gak semua Hima punya SDM yang banyak,” katanya.
Senada dengan Alya, Koordinator Umum Persekutuan Mahasiswa Kristen Live and Life in Christ (PMK LLC), Kezia August menjelaskan, pendelegasian memberikan kemudahan. Hal itu karena anggota dipilih secara internal yang kemampuannya tidak perlu diragukan.
“Sangat memberikan kemudahan. lebih baik begitu karena delegasi Hima UKM yang dipilih itu pasti sudah dipilih secara internal terlebih dahulu, jadi soal kapabilitas ga ada lagi yang perlu diragukan,” kata Kezia, Selasa (14/6/2022).
Ayu menyarankan, BPM lebih semangat melaksanakan sosialisasi, agar mahasiswa IISIP Jakarta tidak ragu untuk mendaftarkan diri menjadi anggota BPM. Sementara Daud menilai, sosialisasi sebaiknya dilaksanakan secara offline, sehingga mahasiswa IISIP Jakarta semakin tertarik untuk mencalonkan diri.
Reporter: M. Nur Alfiyan
Editor: Siti Nurhaliza