ELEVEN, JAKARTA – Desas-desus “Mark as Done” pada sistem absensi terjawab sudah oleh pemaparan Zukhrufa Mauriz, Kemendagri BEM IISIP Jakarta. Mauriz memaparkan, “Mark as Done” pada google classroom hanya sebagai alat monitoring dosen terhadap kehadiran mahasiswa, dan tidak mempengaruhi absensi pada BPAA.
Pada sistem yang sebelumnya tata cara absen hanyalah memilih mata kuliah yang dihadiri lalu submit pada google form, namun setelah beberapa minggu perkuliahan berjalan, ada info yang beredar bahwa jika tidak melakukan “Mark As Done” di google classroom dianggap tidak mengikuti perkuliahan sehingga hal ini meresahkan mahasiswa.
Namun akhirnya persoalan ini terjawab saat Mauriz mendatang ke kampus dan menemui BPAA untuk bertanya perihal absensi . Petugas BPAA yang berjaga menjelaskan, perhitungan absensi mahasiswa hanya melalui link google form yang setiap minggunya didistribusikan dan “Mark as Done” pada google classroom hanyalah alat monitoring untuk dosen dan tidak mempengaruhi absensi kehadiran mahasiswa.
Sebelumnya pihak kampus tidak mensosialisakain sistematika absensi kehadiran yang benar. Isu ini semakin ramai ketika muncul permasalahan dosen yang menegur mahasiswa yang angka ketidakhadirannya lebih dari 3x, tetapi mahasiswa tersebut menjelaskan, kalau ia selalu absen melalui google form. Lalu ada mahasiswa yang menyarankan agar menandai “mark as done” saat absen di google classroom agar kehadiran diketahui dosen pengajar.
Mahasiswa harap pihak kampus lakukan sosialisasi pada absensi agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Reporter: Annisa, Audrey Mutiara Citra. P, Aida Fathira.
Editor: Audrey, Aida
View this post on Instagram