JAKARTA, ELEVEN – Pohon dan hutan memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan di bumi. Penanaman pohon merupakan salah satu bentuk pelestarian hutan. Namun, pelestariannya perlu memperhatikan keanekaragaman dan tidak fokus pada nilai ekonomi.
Di Indonesia, pemerintah mulai menerapkan kebijakan soal kelestarian pohon baru, melalui gerakan satu miliar pohon. Menurut peneliti biologi Universitas Nasional Dr. Sri Suci Utami Atmoko menjelaskan, penanaman pohon harus mempertimbangkan keanekaragamannya, sehingga tidak berfokus nilai ekonomi.
Dikutip dari laman Tree Hugger, hutan menutupi hampir sepertiga dari daratan di bumi dan menyediakan infrastruktur organik yang penting bagi kehidupan di planet ini. Berikut ini adalah manfaat hutan bagi kehidupan, dikutip kompas.com:
1. Paru-paru Dunia Mencegah Pemanasan Global
Hutan adalah paru-paru dunia dan area ini dipenuhi oleh berbagai tumbuhan yang mampu memproduksi oksigen. Selain itu, hutan menjadi tempat terserapnya karbondioksida ke dalam kayu, daun, dan tanah. Hal ini membantu mereduksi emisi karbon pada lapisan ozon, yang menjadi penyebab pemanasan global.
2. Habitat untuk Berbagai Hewan dan Tumbuhan
Hutan merupakan habitat lebih dari 80% hewan dan tumbuhan di seluruh dunia dan tempat untuk melestarikannya. Selain hewan dan tumbuhan, hutan juga sebagai tempat tinggal manusia pedalaman.
3.Menjadi Sumber Makanan dan Obat-Obatan
Tumbuhan dan hewan dapat menjadi obat-obat dan sumber makanan. Namun, pemanfaatannya jangan sampai membuat punah. Penting bagi manusia untuk melestarikan kehidupan dalam hutan.
4. Mencegah Terjadinya Bencana Alam
Pohon-pohon yang tumbuh di hutan sangat membantu untuk pencegahan bencana alam, karena tumbuhan di hutan membuat tanah terpenuhi oleh akar. Akar-akar ini mampu menahan air di dalam tanah serta dapat mencegah bencana banjir dan tanah longsor.
5. Mengurangi Polusi Suara
Suara yang masuk ke dalam hutan akan berkurang 5 sampai 10 desibel atau setara dengan 50% suara yang dapat manusia dengar. Hal tersebut lantaran suara gemerisik dedaunan dan kicauan burung menghalaunya.
Reporter: Novia Intan
Editor: Paundra Zakirulloh